Lempar Batu Sembunyi Tangan, Negara Arab Kompak Suruh AS Gempur Habis Iran!

- Editor

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Mayoritas negara-negara Teluk Arab kini mendesak Amerika Serikat (AS) untuk terus melanjutkan serangan militernya terhadap rezim Iran. Meski demikian, negara-negara Arab tersebut tetap enggan terlibat secara langsung dalam konflik terbuka. 

Empat pejabat senior yang mewakili berbagai negara Teluk mengungkapkan bahwa negara-negara seperti Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Bahrain, dan Qatar ingin memastikan kekuatan militer Iran benar-benar terdegradasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tujuannya agar negara paramiliter tersebut tidak lagi menjadi ancaman keamanan di kawasan Timur Tengah.

​”Mengakhiri perang saat Iran masih memiliki instrumen militer untuk menargetkan negara-negara GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) akan menjadi bencana strategis,” kata salah satu pejabat senior Teluk yang enggan disebutkan namanya, pekan lalu.

Sikap ini menandai pergeseran arah kebijakan negara-negara Arab. Sebelumnya, mereka sempat memperingatkan Presiden AS Donald Trump agar tidak melancarkan perang terhadap Iran dan lebih mengutamakan jalur diplomatik.

Namun, AS dan Israel menolak pandangan tersebut dengan meluncurkan Operasi Epic Fury dan Roaring Lion. Operasi preemptif ini diklaim AS dan Israel sebagai satu-satunya cara untuk melumpuhkan program nuklir dan rudal balistik Iran.

Serangan AS dan Israel tersebut kemudian direspons oleh Teheran dengan menargetkan fasilitas di enam negara GCC. Serangan balasan Iran tersebut dilaporkan telah menewaskan warga sipil serta mengganggu produksi minyak dan gas, hingga memukul sektor pariwisata yang menjadi urat nadi ekonomi kawasan.

Iran awalnya memperkirakan bahwa serangan tersebut akan memaksa negara-negara Teluk untuk mendesak Presiden Trump melakukan gencatan senjata. Namun, taktik tersebut justru memberikan efek sebaliknya.

Negara-negara Teluk yang merasakan langsung dampak destruktif dari persenjataan Iran kini mendesak AS untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai, agar ancaman militer Iran hancur secara permanen.

Meski suara mayoritas negara-negara Arab mendukung kelanjutan invasi militer AS, beberapa pejabat Teluk menyebut bahwa Oman menjadi satu-satunya pengecualian yang tetap menolak gagasan perpanjangan perang. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Intelijen Iran Unit 4.000 IRGC Bidik Pelabuhan Tanjung Priok, Tiga WNI Dilaporkan Direkrut
Aniaya Staf, Istri Presiden RI Pertama Ini Dituntut Jaksa Tokyo Denda Rp22,8 Juta! 
Cari Celah Ubah Konstitusi, Trump Ambisi Jadi Presiden 3 Periode!
Klaim Kuasai Selat Hormuz, Trump Usul Ubah Nama Jadi ‘Selat Trump’
Siap-siap, Ada Negara Baru Dekat Indonesia yang Segera Lahir!
Diserbu Kolektor, Koin 1 Dollar Berwajah Trump Ludes Hanya dalam Hitungan Jam
Niat Hati Jadi Satpam, 8 WNI Malah Terjebak Loker Jadi Tentara Rusia!
Apa Jadinya Jika Militer Menguasai Ekonomi? Berkaca pada Kehancuran Ekonomi di 6 Negara! 
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 13:16 WIB

Intelijen Iran Unit 4.000 IRGC Bidik Pelabuhan Tanjung Priok, Tiga WNI Dilaporkan Direkrut

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

Aniaya Staf, Istri Presiden RI Pertama Ini Dituntut Jaksa Tokyo Denda Rp22,8 Juta! 

Kamis, 3 September 2026 - 05:40 WIB

Cari Celah Ubah Konstitusi, Trump Ambisi Jadi Presiden 3 Periode!

Kamis, 3 September 2026 - 05:31 WIB

Klaim Kuasai Selat Hormuz, Trump Usul Ubah Nama Jadi ‘Selat Trump’

Kamis, 3 September 2026 - 05:22 WIB

Siap-siap, Ada Negara Baru Dekat Indonesia yang Segera Lahir!

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Keciduk di Hotel Bandar Lampung, Oknum TNI Yon TP 848 Gasak Istri Teman!

Selasa, 15 Sep 2026 - 16:00 WIB