Caption : Ist
Hariannarasi.com, Lampung Selatan – Beberapa waktu lalu, media sosial dihebohkan dengan kabar seorang lanjut usia (lansia) yang diduga ditelantarkan atau dibuang oleh anak-anaknya. Kabar ini bermula dari unggahan di TikTok yang memperlihatkan kondisi lansia tersebut.
Menanggapi viralnya kabar itu, Fitri Mayasari, putri ketiga dari lansia tersebut, akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui pesan singkat WhatsApp yang diterima redaksi Hariannarasi.com, Fitri menghubungi pihak redaksi untuk meluruskan kabar yang beredar.
Ia menjelaskan, bahwa ayahnya tidak dibuang, melainkan mengalami demensia atau pikun yang membuatnya sering keluar rumah tanpa tujuan yang jelas dan lupa jalan pulang.
”Saya pernah DM di TikTok soal berita bapak saya yang katanya dibuang sama anaknya. Saya kasih nomor ini untuk konfirmasi,” ujar Fitri membuka percakapan.
Ia baru bisa memberikan klarifikasi karena sebelumnya fokus mengurus ayahnya yang baru saja menjalani operasi dan dalam masa pemulihan.
Fitri menceritakan, ibunya sudah meninggal dunia, sehingga ayahnya tinggal sendirian di kampung. Karena khawatir, sejak akhir November 2025, ia membawa sang ayah untuk tinggal bersamanya.
Namun, kondisi sang ayah yang menderita demensia menjadi tantangan tersendiri. “Memang sudah pikun, bahkan kalau hilang nggak pernah nyebutin nama saya sama alamat rumah saya, nggak diinget sama sekali,” jelas Fitri.
Fitri mengungkapkan, ayahnya adalah sosok pekerja keras yang sebenarnya enggan tinggal bersama anak-anaknya. Keinginannya hanya satu: kembali ke kebun untuk menyadap karet. “Makanya setiap ikut anak-anaknya, mau pulang terus ke kampungnya,” tambahnya.
Akibat demensia tersebut, sang ayah kerap keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga. Fitri menuturkan bahwa selama tinggal bersamanya, ayahnya sudah dua kali keluar rumah sendiri.
Pada kejadian pertama, ia ditemukan di belakang sebuah pusat perbelanjaan (Central Plaza) dekat masjid dan area pemakaman, kemudian sang ayah menelepon Kepala Desa Palputih Dalem.
Insiden yang viral di media sosial tampaknya terjadi pada kejadian kedua saat ayahnya keluar rumah. Sebelum ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan, sang ayah ternyata sempat mengalami kecelakaan. “Ini sebelum kejadian masuk siring. Mukanya dioperasi kak, hidungnya kena semen trotoar,” terang Fitri sambil menyertakan foto ayahnya saat dirawat di Rumah Sakit Imanuel.
Foto tersebut diambil sekitar dua jam sebelum ayahnya kembali keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga.
Terkait kondisi kesehatan ayahnya secara keseluruhan, Fitri menyatakan bahwa secara fisik, ayahnya sehat untuk ukuran usianya. Fungsi organ tubuh, jantung, dan gula darah dilaporkan normal.
Namun, masalah utamanya adalah demensia dan perilaku hiperaktif, terutama di malam hari. “Kalau malam hiperaktif dari jam 1 malam bisa sampai subuh nggak mau tidur. Mau keluar aja bawaannya, itu memang sudah sering,” ujarnya.
Meski ayahnya tidak lagi mengingat nama dan wajah anak-anaknya, Fitri dan keluarga terus mengupayakan kesembuhan sang ayah. Mereka telah menjadwalkan kontrol medis pada tanggal 27 untuk berkonsultasi mengenai terapi demensia yang tepat bagi ayahnya.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan kesalahpahaman yang beredar di masyarakat dan menghentikan spekulasi terkait dugaan penelantaran lansia oleh keluarganya. (*)






