Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Lampung Tengah – Sedikitnya 100 warga Kampung Untoro, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan oleh seorang pemilik gerai BRILink berinisial TH. Total kerugian yang dialami para korban ditaksir mencapai Rp6 miliar.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Lampung Tengah oleh salah satu korban berinisial DN (30) pada 8 Oktober 2025 dengan nomor STPL/253/2025. Dalam laporannya, DN menuntut TH atas dugaan penggelapan berdasarkan Pasal 372 KUHP, setelah uang titipannya sebesar Rp50 juta dibawa kabur pelaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa ini bermula pada 12 Mei 2025 saat DN menitipkan uangnya di gerai BRILink Arjuna milik TH karena buku tabungannya tidak aktif. Namun, ketika DN hendak menarik kembali uang tersebut pada 10 Agustus 2025.
Namun, pelaku berdalih dana telah didepositokan dan tidak bisa diambil sewaktu-waktu. Pelaku TH kemudian diketahui telah melarikan diri pada 4 Oktober 2025.
Berdasarkan keterangan para korban, modus operandi yang digunakan TH adalah mengubah fungsi gerai BRILink yang seharusnya hanya melayani transaksi pembayaran dan transfer.
Menjadi layaknya perbankan penyimpan dana, pelaku mengiming-imingi nasabah dengan bunga tinggi, yakni Rp100 ribu per bulan untuk setiap simpanan sebesar Rp10 juta.
Untuk meyakinkan korbannya, TH mencetak buku tabungan manual yang mencatat setiap transaksi keuangan.
“Kami diberikan buku tabungan. Semuanya tercatat setiap transaksinya,” ujar seorang ibu rumah tangga yang menjadi korban dengan kerugian Rp36 juta.
Ia menambahkan, ibunya turut menjadi korban dengan kerugian Rp15 juta. Sebelumnya, TH dikenal memiliki rekam jejak yang baik di mata warga.
Ia berhasil membangun kepercayaan karena kerap memberikan bunga tinggi dan memfasilitasi penarikan uang dalam jumlah besar, seperti dana ganti rugi jalan tol, tanpa masalah. Kepercayaan inilah yang dimanfaatkan pelaku untuk memperdaya lebih dari seratus warga.
Hingga kini, lima bulan sejak laporan dilayangkan, kasus tersebut belum menemui titik terang. Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pengejaran dan baru akan memintai keterangan lebih lanjut dari para korban setelah pelaku berhasil diamankan.
Para korban berharap aparat penegak hukum dapat bergerak cepat menangkap TH, mengingat dana yang dibawa kabur tersebut sangat dibutuhkan oleh warga untuk persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri 2026. (*)






