Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Tanggamus – Bupati Tanggamus Saleh Asnawi, menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Tulang Bawang (UTB) di Ruang Rapat Bupati Tanggamus, Rabu (21/10/2026).
Penandatanganan MoU tersebut membahas kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan peternakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu agenda yang dibahas adalah gagasan program satu desa satu apoteker dan satu kecamatan satu inseminator.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Rully Yuna Yuda mengatakan kerja sama diarahkan untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional.
Data yang dipaparkan dalam pertemuan menyebut, dari 26 puskesmas di Kabupaten Tanggamus, jumlah apoteker baru sekitar 20 orang. Sementara tenaga inseminator baru tersedia 14 orang dan masih berstatus paruh waktu.
“Harapannya melalui kerja sama ini kita dapat membahas kebutuhan tersebut bersama-sama, termasuk kemungkinan dukungan beasiswa, pengaturan pembiayaan, dan regulasi agar program yang direncanakan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan daerah,” ujar Rully.
Rektor UTB Prof. Sarono menyatakan UTB siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Ia menyebut dua bidang yang berpeluang dikembangkan adalah farmasi dan peternakan.
Di bidang farmasi, UTB menawarkan pendidikan bagi putra-putri daerah untuk memenuhi kebutuhan tenaga kefarmasian, termasuk pemanfaatan potensi tanaman obat di Tanggamus. Di bidang peternakan, UTB menawarkan pengembangan kompetensi inseminasi buatan.
Dekan Farmasi UTB Dr. Laila Susanti menjelaskan, Program Studi Farmasi UTB telah meraih akreditasi unggul pada 25 April 2026. UTB menawarkan sistem pembelajaran fleksibel.
Termasuk kelas Jumat-Sabtu dan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi lulusan D3 Farmasi yang ingin melanjutkan ke sarjana, dengan metode hibrida dan daring untuk mata kuliah tertentu.
Perwakilan Dinas Kesehatan menyoroti dari 26 puskesmas, enam di antaranya belum memiliki apoteker. Ia menekankan pentingnya komitmen penempatan tenaga setelah lulus, terutama di wilayah terpencil, serta pengaturan mekanisme bantuan pendidikan dan kewajiban pengabdian.
Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Ari Priyanto menyebut populasi sapi di Tanggamus sekitar 6.500 ekor dan kambing sekitar 250 ribu ekor.
“Penguatan tenaga inseminator dibutuhkan untuk meningkatkan keberhasilan reproduksi ternak,” ungkapnya.
Sementara Kepala BKPSDM Ivan Kurniawan mengatakan peluang kerja sama juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kompetensi ASN melalui mekanisme izin belajar dan tugas belajar sesuai ketentuan.
Bupati Saleh Asnawi menegaskan kerja sama harus ditindaklanjuti dengan program yang konkret dan terukur.
“Perguruan tinggi merupakan mitra strategis pemerintah daerah. Tantangan pembangunan saat ini tidak dapat diselesaikan sendiri, sehingga diperlukan dukungan dan kolaborasi dengan dunia akademik,” kata Saleh.
Pemkab Tanggamus dan UTB selanjutnya akan membahas teknis penerimaan mahasiswa, skema pembiayaan, pengembangan kompetensi, penempatan tenaga, serta pengabdian masyarakat.
Diketahui, Bupati Saleh Asnawi didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rully Yuna Yuda, Kepala BKPSDM Ivan Kurniawan, Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Ari Priyanto, perwakilan Dinas Kesehatan.
Sedangkan rombongan UTB dipimpin Rektor Prof. Dr. Ir. Sarono, M.Si., bersama Wakil Rektor III Riza Yudha Patria, S.H., M.Kn., Budi Raharjo, S.H., M.H. (*)






