Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Seorang residivis asal Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, tewas usai terjatuh dari atap plafon saat berusaha kabur dari kepungan polisi dan warga.
Pria bernama Suryanto (44) tersebut diduga kuat sebagai pelaku spesialis pembobolan di sembilan minimarket wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa ini terjadi di sebuah minimarket di Desa Kandang, Kecamatan Ngawi, pada Senin (1/9/2026) dini hari.
Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Pras Ardinata, menjelaskan bahwa penyergapan bermula dari laporan pegawai minimarket terkait adanya aktivitas pembobolan.
Mengetahui polisi dan warga telah mengepung lokasi, pelaku panik dan mencoba melarikan diri dengan memanjat atap.
”Pelaku berusaha kabur melalui atap plafon. Saat melompat dari ketinggian sekitar lima meter, bagian dadanya terjatuh mengenai penyangga toren,” ungkap AKP Pras.
Meskipun mengalami benturan keras di bagian dada, Suryanto masih memaksakan diri berlari sejauh 20 meter dari titik jatuh sebelum akhirnya ambruk dan pingsan.
Petugas di lapangan langsung mengevakuasi pelaku dalam kondisi tidak sadarkan diri ke Rumah Sakit Widodo Ngawi. Namun, setelah sempat mendapatkan penanganan medis, nyawa pelaku tidak tertolong.
Barang Bukti dan Kerugian
Dari lokasi kejadian, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang menguatkan aksi kejahatan pelaku, meliputi:
- 782 bungkus rokok berbagai merek hasil curian.
- Satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya.
Akibat aksi pembobolan di lokasi tersebut, pihak minimarket (Alfamart) ditaksir menelan kerugian materiel sekitar Rp40 juta.
Suryanto diketahui memiliki rekam jejak kejahatan sebagai residivis kasus serupa yang pernah ditangani oleh Polda Lampung.
Saat ini, Satreskrim Polres Ngawi masih terus melakukan pendalaman kasus untuk mengonfirmasi keterkaitan tersangka dengan delapan Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembobolan minimarket lainnya di wilayah Ngawi. (*)






