Jokowi di Tanah Timor: Dari Riuh Sambutan Politik dan Warga hingga Penobatan Sakral Sesepuh Raja-Raja

- Editor

Sabtu, 1 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Kupang – Kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), ke pesisir Nusa Tenggara Timur (NTT) pada penghujung Juli hingga awal Agustus 2026 mencatatkan rekam jejak yang istimewa.

Safari yang pada awalnya diwarnai oleh gegap gempita panggung politik ini, bermuara pada sebuah prosesi kebudayaan yang menempatkan Jokowi pada posisi kehormatan tertinggi di mata masyarakat adat Pulau Timor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Perjalanan dua hari di Kota Kasih ini seolah memadukan dua dimensi yang berbeda: antusiasme warga di jalanan kota dan kesakralan tradisi warisan leluhur di bibir pantai.

​Panggung Penyambutan di Gerbang El Tari

​Rangkaian peristiwa ini bermula pada Jumat (31/7/2026) pagi. Udara Kota Kupang yang hangat menyambut kedatangan Jokowi saat pesawat yang membawanya mendarat di Bandara Internasional El Tari.

Kupang terpilih sebagai titik nol atau tujuan perdana dalam rangkaian safari kunjungannya di wilayah NTT, yang mencakup Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

​Alih-alih sekadar penyambutan protokoler biasa, kedatangan mantan Kepala Negara ini langsung disambut oleh riuhnya barisan jajaran pimpinan dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Di garda terdepan, tampak sejumlah tokoh elit PSI seperti Grace Natalie dan Ronald Sinaga yang secara khusus hadir mendampingi kedatangan Jokowi.

​Sebagai simbol penghormatan dan tanda bahwa ia telah menginjakkan kaki di tanah Flobamora, sehelai kain tenun ikat khas NTT dikalungkan ke leher Jokowi. Sentuhan budaya ini menjadi jembatan menuju rentetan penyambutan yang lebih meriah.

Sepanjang rute perjalanan dari bandara menuju pusat kota, warga bersama barisan kader PSI telah memadati tepi jalan, menyiapkan penyambutan khusus yang menunjukkan tingginya daya tarik sosok Jokowi di wilayah tersebut.

​Penobatan di Pantai LLBK

​Jika hari pertama sarat dengan nuansa kedekatan tokoh dan masyarakat, hari kedua, Sabtu (1/8/2026), menjadi tonggak sejarah yang mengakar pada nilai-nilai kultural. Jokowi secara resmi didaulat menyandang gelar kehormatan sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor.

​Prosesi penobatan ini tidak dilakukan di dalam ruangan tertutup, melainkan mengambil latar ruang publik yang eksotis dan bersejarah, kawasan Pantai Lahi Lai Besi Kopan (LLBK), Kota Kupang.

Acara sakral ini diintegrasikan dengan kemeriahan Karnaval Gajah, sebuah festival lokal yang menambah kental nuansa perayaan budaya masyarakat setempat.

​Hal yang membuat penobatan ini berbobot lebih dari sekadar seremoni adalah pelibatan langsung para pemangku adat tertinggi.

Gelar tersebut diserahkan oleh delapan raja yang masing-masing masih memiliki otoritas dan wilayah kerajaan tradisional di daratan Pulau Timor.

​“Penobatan ini tidak dilakukan secara simbolis semata. Gelar dan prosesi penobatan tersebut dipegang serta diserahkan langsung oleh kedelapan raja penguasa wilayah di Pulau Timor,” jelas Raja Amanatun, Jonathan Banunaek.

​Pernyataan tegas dari Raja Amanatun tersebut menggarisbawahi bahwa penobatan Jokowi sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor memiliki legitimasi adat yang kuat.

Kehadiran dan sentuhan langsung dari delapan raja merupakan bentuk pengakuan sejati atas kontribusi atau penghormatan masyarakat Timor, mengangkat posisi Jokowi dari sekadar tamu kehormatan negara menjadi bagian dari tetua keluarga besar kerajaan di Pulau Timor. (*)

Berikut link videonya:

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Presiden Disadap, Istana: Ini Mengarah ke Makar!
SBY Buka Suara: Kok Jadi Begini Negara Kita? Kok Begini Liar Politik Kita
Wapres Gibran Dikasih Waktu 60 Hari Untuk Tinggalkan Istana
Ditengah Kasus Penyadapan Presiden, 20.980 Prajurit TNI AL Siaga di Jakarta, Ada Apa di Ibu Kota?
PDIP-PKS Kompak Dorong Pemakzulan Gibran, Gerindra Nekat Pasang Badan?
MA Nyatakan Suket Gibran Tidak Sah, PKB: Ini Jadi Dasar Hukum Kami di DPR
Gubes IPDN: Prabowo Tak Punya Kapasitas Pimpin Pemerintah, Masalahnya Lebih Panjang dari Umurnya Sendiri!
MPR RI Sosialisasikan 4 Pilar di PWI Lampung, Soroti Peran Pers dan Ancaman Politik Uang! 
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 08:40 WIB

Presiden Disadap, Istana: Ini Mengarah ke Makar!

Rabu, 4 November 2026 - 07:56 WIB

SBY Buka Suara: Kok Jadi Begini Negara Kita? Kok Begini Liar Politik Kita

Rabu, 4 November 2026 - 07:36 WIB

Wapres Gibran Dikasih Waktu 60 Hari Untuk Tinggalkan Istana

Rabu, 4 November 2026 - 07:03 WIB

Ditengah Kasus Penyadapan Presiden, 20.980 Prajurit TNI AL Siaga di Jakarta, Ada Apa di Ibu Kota?

Minggu, 1 November 2026 - 13:46 WIB

PDIP-PKS Kompak Dorong Pemakzulan Gibran, Gerindra Nekat Pasang Badan?

Berita Terbaru