Usai 33 Orang Diduga Keracunan, Dapur Program MBG di Pesawaran Dihentikan Sementara

- Editor

Senin, 27 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Pesawaran – Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke SDN 22 Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, resmi dihentikan sementara.

Langkah ini diambil usai 32 siswa dan satu guru diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program tersebut pada Jumat (24/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Ketua Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, menjelaskan bahwa penghentian sementara ini merupakan inisiatif pihak SPPG sebagai bentuk evaluasi.

Keputusan penangguhan operasional akan berlaku hingga keluarnya hasil uji laboratorium terkait sampel makanan.

​”Sudah diusulkan untuk suspend dalam rangka pembenahan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terkait penyebab kejadian ini,” kata Saipul, Sabtu (25/7/2026).

​Berdasarkan penelusuran awal, dugaan penyebab keracunan mengarah pada menu sop buah yang disajikan hari itu.

Sebanyak 33 korban sempat dilarikan ke Puskesmas Trimulyo dengan keluhan mual, muntah, dan sakit perut, peristiwa yang juga sempat terekam dalam video dan viral di media sosial.

​Meski demikian, Saipul memastikan seluruh korban kini telah pulih. “Seluruhnya sudah diperbolehkan pulang dan tidak ada yang menjalani perawatan inap,” tambahnya.

​Menindaklanjuti insiden ini, Satgas MBG Provinsi Lampung menginstruksikan seluruh pengelola SPPG untuk memperketat standar higiene dan sanitasi.

Pengawasan wajib dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga tahap distribusi makanan.

​”Semua SPPG harus menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran agar tidak terulang kembali. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama,” tegas Saipul.

​Saat ini, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan akan digunakan sebagai dasar untuk memastikan penyebab pasti dari dugaan keracunan massal tersebut. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tersesat di Masjid Al Bakrie Pukul 5 Pagi, Polisi Pulangkan Gadis 12 Tahun Kembali ke Keluarga
Polda Lampung Razia Dini Hari Hiburan Malam, 3 Pengunjung Karaoke Tak Berkutik Terciduk Bawa ‘Gorila’
Terbongkar Lewat Pesan WA, Oknum Guru Bimbel di Lamtim Lecehkan Muridnya Usia 6 Tahun
Desak Penyelesaian Konflik Agraria, Dewan Rakyat Lampung Layangkan 7 Tuntutan!
Polresta Bandar Lampung Ringkus Pria Pengangguran Bandar Narkoba, 68 Paket Sabu Siap Edar Disita
Banjir Hantam Lahan Pertanian, Ini Langkah Pemkab Tanggamus!
Penipuan Bermodus QRIS Palsu Sasar Pedagang di Way Kandis, Kerugian Capai Rp660 Ribu
Niat Rampas Motor Pakai Modus Top Up Dana, Pria di Way Kanan Malah Babak Belur Dihajar Warga
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:58 WIB

Tersesat di Masjid Al Bakrie Pukul 5 Pagi, Polisi Pulangkan Gadis 12 Tahun Kembali ke Keluarga

Kamis, 24 September 2026 - 19:02 WIB

Polda Lampung Razia Dini Hari Hiburan Malam, 3 Pengunjung Karaoke Tak Berkutik Terciduk Bawa ‘Gorila’

Kamis, 24 September 2026 - 11:53 WIB

Desak Penyelesaian Konflik Agraria, Dewan Rakyat Lampung Layangkan 7 Tuntutan!

Kamis, 24 September 2026 - 11:35 WIB

Polresta Bandar Lampung Ringkus Pria Pengangguran Bandar Narkoba, 68 Paket Sabu Siap Edar Disita

Kamis, 24 September 2026 - 11:32 WIB

Banjir Hantam Lahan Pertanian, Ini Langkah Pemkab Tanggamus!

Berita Terbaru