Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Lampung Utara – Tiga orang dilarikan ke rumah sakit akibat luka senjata tajam dalam insiden perkelahian di Dusun Plongkowati, Desa Madukoro Baru, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Kepolisian setempat saat ini tengah menyelidiki motif di balik peristiwa tersebut.
Peristiwa ini bermula ketika seorang pria berinisial Y (33) mendatangi kediaman Syapei Riyadi (59) dengan membawa senjata tajam jenis laduk. Y dilaporkan merusak pagar secara paksa dan merusak kendaraan yang terparkir di halaman sebelum masuk ke dalam rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setibanya di dalam rumah, perkelahian terjadi antara Y dan Syapei. Akibat bentrokan tersebut, Syapei mengalami luka bacok pada bagian kepala dan punggung. Syapei kemudian melarikan diri keluar rumah untuk mencari pertolongan.
Saat aparat kepolisian tiba di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan Y tengah menyandera Jawariyah (55) di lantai ruang tengah. Sementara itu, Sahidin alias Kino (41), menantu korban, sedang berupaya melepaskan Jawariyah dari dekapan Y.
Petugas kepolisian segera memerintahkan seluruh pihak yang berada di dalam rumah untuk menyerah.
Sahidin kemudian merespons instruksi tersebut dengan melemparkan dua bilah senjata tajam ke arah petugas sebelum akhirnya mengambil posisi tiarap. Polisi langsung mengamankan situasi dan mengevakuasi para korban.
Akibat insiden ini, ketiga pihak yang terlibat harus menjalani perawatan medis, yakni Syapei Riyadi mengalami luka bacok pada kepala dan punggung.
Jawariyah, mengalami luka pada tangan kiri. Dan Y (Terduga Pelaku) yang mengalami luka robek parah pada perut serta luka bacok pada tangan dan siku kiri.
Dari lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti, meliputi satu bilah senjata tajam jenis laduk, satu bilah pedang panjang, dan satu unit telepon genggam merek Vivo berwarna ungu.
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Cristofel, mengonfirmasi terjadinya peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman.
“Iya mas, masih dilidik,” ujarnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Kapolsek Kotabumi Utara, Hermanto, yang menegaskan bahwa kepolisian masih mengumpulkan keterangan guna mengungkap motif pasti dari insiden ini. (*)






