Caption : Kasatreskrim Polres Tanggamus, AKP Khairul Yassin Ariga, (kiri gambar).
Hariannarasi.com, Tanggamus – Jajaran Polres Tanggamus kini tengah memburu komplotan pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), khususnya kasus pembobolan rumah dan toko yang belakangan ini sangat meresahkan masyarakat.
Merespons maraknya kasus pembobolan yang kerap terjadi di kecamatan Ulu Belu tersebut, Kapolres Tanggamus, AKBP Rahmad Sujamitko menyatakan, pihaknya tidak tinggal diam dan telah melakukan pemetaan serta penyelidikan secara mendalam di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini, pihaknya juga memastikan telah mengantongi sejumlah alat bukti dari lokasi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengejar para tersangka.
“Kita sudah melakukan penyelidikan terkait alat-alat bukti atau ciri-ciri pelaku yang sempat memang ada di CCTV. Akan kita maksimalkan untuk ungkap,” ujar pimpinan Polres Tanggamus ini, Selasa (26/5/2026).
Lebih lanjut, ia menambahkan, rincian dan detail teknis terkait proses penyelidikan hingga pengungkapan kasus ini akan disampaikan secara langsung oleh Kasat Reskrim Polres Tanggamus.
Langkah kepolisian ini merupakan tindak lanjut atas rentetan kasus kejahatan yang sebelumnya viral dan menjadi sorotan publik. Diberitakan sebelumnya, puluhan toko dan rumah warga di Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, dilaporkan telah disatroni dan dibobol maling.
Rentetan aksi pencurian tersebut sempat memicu kritik tajam lantaran para pelaku seolah leluasa beraksi hingga menguras harta benda warga.
Dengan adanya bukti awal rekaman CCTV ini, masyarakat Ulubelu berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap para pelaku dan memulihkan keamanan di wilayah mereka.
Sementara, Kasat Reskrim AKP Khairul Yassin Ariga menjelaskan, guna menangkap komplotan yang telah meresahkan warga tersebut, Polres Tanggamus saat ini telah menerjunkan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 ke lapangan. Tim khusus ini tengah melakukan perburuan dan pengejaran intensif terhadap para tersangka.
Meski identitas telah dikantongi, pihak kepolisian mengakui adanya tantangan di lapangan lantaran para pelaku terus berupaya menghindari kejaran petugas.
”Ini kita sudah mengantongi beberapa nama pada kejadian tersebut. Sekarang kita lagi melakukan pengejaran dan teman-teman dari Tekab 308 sedang mengejar pelaku, tapi memang para pelaku berpindah-pindah tempat,” ungkap pihak kepolisian dalam keterangannya terkait progres pengungkapan kasus tersebut.
Keberhasilan polisi mengidentifikasi para pelaku ini menjadi titik terang setelah sebelumnya petugas melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memaksimalkan petunjuk dan alat bukti dari rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, tim Tekab 308 masih terus memburu para pelaku dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya warga Ulubelu, untuk tetap tenang dan memercayakan proses penegakan hukum kepada pihak berwajib. Masyarakat juga diminta segera melapor ke layanan 110 jika memiliki informasi tambahan terkait keberadaan para buronan tersebut.
Sebelumnya diberitakan, warga Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, kini dilanda keresahan menyusul rentetan aksi pencurian yang menyasar sedikitnya 50 toko dan rumah warga sejak Januari hingga Mei 2026.
Dalam aksinya, para pelaku menggunakan modus mencongkel pintu atau jendela, serta merusak sistem kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian.
Berikut data korban pencurian yang dihimpun dari bulan Januari 2026 hingga Mei 2026:
Korban pencurian di Pekon Pagar Alam, antara lain:
1. Warung Bakso Sahara, yang berhasil di bobol pencuri dan menggasak uang tunai Rp20 Juta beserta barang berharga dengan di taksir kerugian senilai Rp30 Juta.
Korban pencurian di Pekon Ngarip, antara lain:
1. Rumah Mbak Rom, kopi 2 karung kering (belum digiling) kerugian ditaksir Rp7 Juta.
2. Rumah Mbak Yenti/Mas Hermanto
Kopi kering (belum digiling) 4 karung.
3. Rumah Heru/Lia, kopi sebanyak 2 karung, dihalaman masih basah, kerugian Rp3 Juta.
4. Rumah Mia/Sukis, uang tunai Senilai Rp4 Juta.
5. Rumah Pak Jumarudin lada, sekitar 80kg gabah kering, kerugian Rp4 Juta.
6. Rumah Budi Tebing Abri (uang tunai, air soft gun) kerugian senilai Rp15 Juta.
Korban pencurian di Pekon Sendang Agung, antara lain:
1. Rumah mertua Rikmanto di Sendang Agung, Kopi dan Motor, kerugian senilai Rp25 Juta.
2. Orang Tua Mbak Puji di Sendang Agung, Kopi, kerugian Rp15 Juta.
Korban pencurian di Pekon Muara Dua, antara lain:
1. Lilik, kerugian uang tunai senilai Rp15 Juta.
2. Wanti, emas seberat 15 gram dan uang tunai Rp5 Juta.
Korban pencurian Pekon Karang Rejo antara lain:
1. Budi Raharjo, uang tunai senilai Rp4 juta beserta kopi satu karung.
Korban pencurian di Pekon Datarajan, antara lain:
1. Edi, Uang senilai Rp5 juta.
2. Fayola/Alex, Rp32 juta.
3. Ifan kerugian uang tunai Senilai Rp40 juta
4. Yayan uang Rp5 juta.
5. Toko Khoiri, rokok dan sembako kerugian di kisaran Rp6 juta.
6. Toko Lutfi yang menjual sembako dan rokok kerugian sekitar Rp8 juta.
7. Andi, kopi dua kinta kerugian ditaksir senilai Rp14 juta.
8. Tari, uang tunai Rp6 juta dan sembako
9. Bidan Yuni, kerugian sekitar Rp4 juta. (*)






