Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Tanggamus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus resmi membuka Bazar Hewan Qurban 2026 M/1447 H di Lapangan Sepak Bola Kasrab, Gisting Atas, Kecamatan Gisting, pada Rabu (20/5/2026).
Usai membuka acara, Bupati Tanggamus, Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., langsung memborong 10 ekor kambing dari peternak lokal menggunakan dana pribadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati membeli delapan ekor kambing seharga Rp3 juta per ekor dari delapan peternak yang berbeda. Selain itu, ia juga membeli dua ekor kambing kualitas super dengan harga Rp8 juta per ekor (total Rp16 juta). Langkah ini disambut antusias oleh para peternak yang hadir di lokasi.
Dalam sambutannya, Moh. Saleh Asnawi menegaskan bahwa bazar hewan kurban ini bukan sekadar pasar musiman, melainkan strategi untuk memperkuat ekonomi masyarakat.
“Kegiatan ini sangat penting dalam upaya memperkuat sektor peternakan, meningkatkan promosi komoditas ternak lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya para peternak di Kabupaten Tanggamus,” ujarnya.
Tanggamus sebagai Sentra Ternak Unggulan
Bupati menambahkan bahwa Tanggamus saat ini merupakan salah satu sentra ternak terbesar di Provinsi Lampung yang turut menyuplai kebutuhan hingga ke Pulau Jawa. Sejumlah kecamatan yang menjadi sentra utama meliputi Sumberejo, Gisting, Ulu Belu, dan Bulok.
Berdasarkan data Dinas Perkebunan dan Peternakan pada Triwulan I Tahun 2026, populasi ternak di Tanggamus terus menunjukkan tren positif, di antaranya, kambing 218.493 ekor, domba 8.254 ekor, sapi Potong 7.229 ekor dan kerbau 1.217 ekor
Ketua Panitia Bazar Hewan Qurban, Rintoko, melaporkan bahwa antusiasme pasar hewan kurban tahun ini sangat tinggi. Bazar kali ini menghadirkan sekitar 450 ekor kambing dari berbagai peternak.
“Menurut laporan kawan-kawan peternak, kambing yang sudah terjual dalam satu bulan terakhir mencapai sekitar 2.500 ekor. Banyak juga yang sudah dikirim ke Pulau Jawa dan Sumatera Utara,” jelas Rintoko.
Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanggamus, Ir. Henri Fatra, menyatakan bahwa pelaksanaan bazar ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan memotong rantai distribusi agar transaksi lebih efektif dan transparan.
Untuk menjamin kualitas ternak, Pemkab Tanggamus telah menyiagakan petugas kesehatan hewan.
“Petugas kesehatan hewan telah disebar di tujuh kecamatan hingga tingkat desa guna memastikan hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat, bebas penyakit menular, cukup umur, dan sesuai syariat Islam,” tutup Henri. (*)






