Jokowi Efek! 15-20 Anggota DPR Aktif Diklaim Akan Tinggalkan Jabatan demi Bergabung dengan PSI

- Editor

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Presiden RI ke- 7 Joko Widodo.

Hariannarasi.com, Solo – Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, mengklaim bahwa sekitar 15 hingga 20 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) aktif akan segera melepaskan jabatannya untuk bergabung dengan PSI. 

Gelombang kepindahan ini disebut terjadi karena kuatnya pengaruh mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kini menjadi patron partai tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan ini disampaikan oleh Bestari usai pertemuan di kediaman Jokowi pada Senin (13/4/2026). Ia menegaskan, para politisi tersebut mengambil keputusan atas kesadaran pribadi dan mempertimbangkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat (approval rating) terhadap Jokowi.

“Mana ada politisi main diajak-ajak. Dengan kesadaran sendiri dan memahami betul Pak Jokowi masih approval rating-nya sangat tinggi, artinya menjadi sangat wajar kita ikut orang yang dicintai masyarakat karena hasil kerjanya bagus,” ungkap Bestari.

Terkait identitas belasan anggota dewan tersebut, Bestari masih enggan merinci nama maupun asal partai mereka. Ia hanya memastikan bahwa seluruhnya berstatus sebagai anggota DPR aktif.

Sebagai bukti eksistensi daya tarik PSI saat ini, Bestari memberikan contoh sejumlah politisi yang telah lebih dulu menyeberang. Selain dirinya yang merupakan mantan Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta, ia juga menyebut nama Rusdi Masse Mappasessu.

Rusdi diketahui rela meninggalkan jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem untuk berlabuh ke PSI.

Lebih lanjut, Bestari membantah anggapan bahwa kepindahan para politisi tersebut dilandasi oleh iming-iming jabatan di internal partai.

Ia menyebut para tokoh yang bergabung justru menyatakan kesiapannya untuk turun langsung membantu pembentukan struktur kepengurusan PSI hingga tingkat akar rumput.

“Di PSI ini adalah rumah bersama, partai politik terbuka yang kerja nyata untuk rakyat. Tidak penting menjadi pengurus di PSI ini, tapi bisa ikut bersama-sama membesarkan PSI untuk kemaslahatan masyarakat Republik Indonesia,” tutupnya.

Banyaknya tokoh politik yang merapat ini dinilai Bestari sebagai bukti bahwa PSI kini menjadi kekuatan politik nasional yang patut diperhitungkan dan bukan sekadar “partai kaleng-kaleng”. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Belum Termasuk Dana Reses dan Operasional, Anggaran Gaji Wakil Rakyat Tembus Rp1,099 Triliun per Bulan!
Darah Pendiri Kembali Memimpin, Cicit Mbah Hasyim Asy’ari Resmi Jadi Ketum PBNU
Pesan Menohok Jokowi Soal Kekuasaan: Kalau Sakti, Jangan Suka Menjatuhkan!
Lanjutkan Estafet Kepemimpinan, KH Miftachul Akhyar Resmi Ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031
Cek Ombak Menuju 2029: Wacana Duet Gibran-KDM, Bayangi Prabowo?
Kericuhan dan ‘Adu Jotos’ Warnai Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Massa Tolak Aturan ‘Iddah’
Budi Arie Minta Maaf Terkait Video Viral Bersama Jokowi, Tegaskan Isu Pergantian Kekuasaan Murni Analisis Pribadi
Dedi Mulyadi Disebut Pindah ke PSI, Gerindra Jabar Sebut Hanya Rumor
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 01:18 WIB

Belum Termasuk Dana Reses dan Operasional, Anggaran Gaji Wakil Rakyat Tembus Rp1,099 Triliun per Bulan!

Senin, 31 Agustus 2026 - 03:26 WIB

Darah Pendiri Kembali Memimpin, Cicit Mbah Hasyim Asy’ari Resmi Jadi Ketum PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 01:59 WIB

Pesan Menohok Jokowi Soal Kekuasaan: Kalau Sakti, Jangan Suka Menjatuhkan!

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Lanjutkan Estafet Kepemimpinan, KH Miftachul Akhyar Resmi Ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Cek Ombak Menuju 2029: Wacana Duet Gibran-KDM, Bayangi Prabowo?

Berita Terbaru