Caption : ist
Hariannarasi.com, Lampung Barat – Seorang remaja asal Lampung Barat, Muhammad Alfareza (17), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilaporkan hilang terseret arus ombak saat berenang di Pantai Mandiri, Kabupaten Pesisir Barat. Jenazah korban ditemukan pada hari kedua pencarian oleh Tim SAR gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menjelaskan, insiden nahas ini bermula pada Senin (23/3) sekitar pukul 14.30 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat itu, korban tengah berenang bersama dua orang temannya sebelum akhirnya terbawa arus. Kedua rekan korban berhasil diselamatkan, namun Alfareza dilaporkan hilang tenggelam.
Menindaklanjuti laporan kehilangan yang masuk pada pukul 17.45 WIB, Tim Rescue Pos SAR Tanggamus langsung diterjunkan menuju lokasi kejadian yang berjarak lebih dari tiga jam perjalanan. Pencarian awal sempat dilakukan pada malam hari, namun belum membuahkan hasil.
Memasuki hari kedua pencarian, operasi SAR dilanjutkan dengan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk mengoptimalkan jangkauan.
”Tim pertama melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai menggunakan perahu karet, sementara tim kedua melakukan pencarian di area perairan menggunakan perahu jukung,” ungkap Kepala Basarnas Lampung.
Upaya pencarian terpadu ini akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban pada Selasa pagi sekitar pukul 08.15 WIB.
Titik penemuan berada sejauh kurang lebih 1,73 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan terseret arus.
Setelah berhasil dievakuasi dari perairan, jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Krui untuk penanganan lebih lanjut.
Komandan Pos (Danpos) SAR Tanggamus, Robi Rusli, menyampaikan apresiasinya atas sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan ini.
“Terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” tutup Robi. (*)






