Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Tanggamus – Tidak banyak figur pemimpin daerah yang rekam jejaknya diakui secara lintas batas dan diabadikan dalam literatur ketokohan.
Namun, Bupati Tanggamus, Saleh Asnawi, membuktikan anomali tersebut. Namanya kini resmi bersanding di antara tokoh-tokoh berpengaruh lewat peluncuran buku “20 Tokoh Banten 2026”, sebuah karya komprehensif dari penulis Uten Sutendy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam literatur tersebut, Saleh Asnawi tidak sekadar diulas sebagai pejabat birokrasi, melainkan dipotret sebagai sebuah fenomena ketangguhan.
Ia adalah manifestasi dari seorang putra daerah yang berhasil menaklukkan kerasnya dunia usaha dan politik di tanah rantau, tanpa sekalipun memutus ikatan batin dengan kampung halamannya di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
Antara Bisnis, Politik, dan Integritas
Buku karya Uten Sutendy ini memberikan garis bawah yang tegas pada perjalanan karier Saleh Asnawi. Pengalamannya yang panjang merentang dari lorong-lorong pragmatis dunia wirausaha hingga ke panggung dinamis organisasi dan pemerintahan.
Keberhasilannya bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari konsistensi. Dimata masyarakat dan saudara, Saleh Asnawi dikenal sebagai figur pekerja keras yang menjadikan integritas sebagai kompas utamanya.
Perjalanan hidupnya mensajikan tentang bagaimana seorang perantau mampu beradaptasi, berkembang, dan mencapai puncak karier, sembari tetap membumi pada akar asalnya.
Salah satu yang paling menarik dari kiprah Saleh Asnawi adalah kemampuannya merajut hubungan sosial. Lewat berbagai jejaring yang ia bangun, ia secara aktif menjadi jembatan bagi masyarakat Tanggamus yang tersebar di perantauan.
Bagi Saleh Asnawi, pertemuan demi pertemuan dengan para tokoh daerah bukan sekadar ritus silaturahmi biasa. Lebih dari itu, langkah tersebut adalah strategi sosiologis untuk mengonversi rasa rindu kampung halaman menjadi semangat kontribusi kolektif.
Ia merekatkan kembali sentimen kedaerahan untuk diarahkan pada kemajuan nyata di tanah kelahiran sang tokoh inspiratif ini.
Pesan untuk Generasi Muda
Pengakuan yang tertuang dalam “20 Tokoh Banten 2026” pada hakikatnya adalah sebuah legitimasi atas dedikasi tanpa henti seorang Saleh Asnawi. Ini bukan sekadar penghargaan, melainkan sebuah monumen inspirasi.
Pencapaian ini menitipkan satu pesan penting bagi generasi muda, khususnya putra-putri daerah. Melangkah dan sukses sejauh apa pun di tanah rantau, sejatinya adalah proses mengumpulkan bekal untuk kembali memberi manfaat bagi masyarakat di rumah sendiri. (*)






