Iran Mengamuk! Amerika Habiskan Rp62,4 T di 100 Jam Pertama, Kilang dan Pangkalan Militer Rontok!

- Editor

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ilustrasi

Hariannarasi.com, Jakarta – Perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah memasuki hari kedelapan pada Sabtu (7/3/2026). Hingga saat ini, konflik bersenjata tersebut dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda deeskalasi dengan kerugian materiil mencapai puluhan triliun rupiah. 

Laporan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Washington mengungkapkan, AS dan Israel telah menghabiskan dana sekitar US3,7 miliar atau setara Rp62,4 triliun hanya dalam 100 jam pertama operasi militer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Biaya tersebut mencakup pengeluaran operasional sebesar US196 juta, penggantian amunisi senilai US3,1 miliar, serta biaya perbaikan infrastruktur dan kerugian tempur sebesar US350 juta.

Dimedan tempur, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim telah menghancurkan sedikitnya 20 aset militer AS yang tersebar di Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Serangan balasan terbaru Iran dilaporkan menyasar kapal tanker milik perusahaan AS di lepas pantai Kuwait dan kilang minyak di Bahrain menggunakan drone tempur serta rudal generasi terbaru.

​Selain target di kawasan Teluk, IRGC juga menyatakan bahwa serangan rudal mereka telah menghantam beberapa titik strategis di wilayah Israel, termasuk Bandara Ben Gurion, Haifa, dan Tel Aviv.

Sementara itu, pihak militer Israel memberikan klarifikasi terkait pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang terjadi pada Kamis (5/3).

Juru bicara militer Israel, Nadav Shoshani, menegaskan, serangan tersebut sah secara hukum internasional. Menurutnya, Khamenei merupakan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata yang menjadi target militer sah dalam konflik bersenjata.

Disisi ekonomi global, Kremlin melaporkan bahwa Rusia meraup keuntungan besar dari konflik ini. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan terjadi peningkatan signifikan terhadap permintaan produk energi Rusia seiring terganggunya stabilitas pasokan energi di Timur Tengah akibat perang.

Hingga saat ini, komando operasional angkatan bersenjata Iran melalui Markas Pusat Khatam Al Anbiya terus melakukan mobilisasi serangan drone dan rudal, sementara aliansi AS-Israel masih melanjutkan operasi militer mereka di wilayah tersebut. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Viral! Pria Kanada Kembali Prediksi Gempa Dahsyat di RI dalam Waktu Dekat, Ini Respons Tegas BMKG!
Serukan Kemerdekaan Palestina, Media Israel Sindir Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak ‘Free Palestine’
Netanyahu dan Warga Israel Gelar Doa Bersama di Komplek Masjidil Aqsa, Arab Saudi Meradang!
Intelijen Iran Unit 4.000 IRGC Bidik Pelabuhan Tanjung Priok, Tiga WNI Dilaporkan Direkrut
Aniaya Staf, Istri Presiden RI Pertama Ini Dituntut Jaksa Tokyo Denda Rp22,8 Juta! 
Cari Celah Ubah Konstitusi, Trump Ambisi Jadi Presiden 3 Periode!
Klaim Kuasai Selat Hormuz, Trump Usul Ubah Nama Jadi ‘Selat Trump’
Siap-siap, Ada Negara Baru Dekat Indonesia yang Segera Lahir!
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:37 WIB

Viral! Pria Kanada Kembali Prediksi Gempa Dahsyat di RI dalam Waktu Dekat, Ini Respons Tegas BMKG!

Senin, 21 September 2026 - 12:43 WIB

Serukan Kemerdekaan Palestina, Media Israel Sindir Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak ‘Free Palestine’

Senin, 21 September 2026 - 10:17 WIB

Netanyahu dan Warga Israel Gelar Doa Bersama di Komplek Masjidil Aqsa, Arab Saudi Meradang!

Senin, 14 September 2026 - 13:16 WIB

Intelijen Iran Unit 4.000 IRGC Bidik Pelabuhan Tanjung Priok, Tiga WNI Dilaporkan Direkrut

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

Aniaya Staf, Istri Presiden RI Pertama Ini Dituntut Jaksa Tokyo Denda Rp22,8 Juta! 

Berita Terbaru