Lampung Targetkan Kontribusi 17,7 Persen Survei Seismik Migas Nasional 2026

- Editor

Jumat, 20 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan kesiapannya mendukung swasembada energi nasional melalui rencana eksplorasi minyak dan gas bumi (migas). Lampung diproyeksikan menyumbang hampir seperlima dari target nasional survei seismik 2D pada tahun 2026. 

Dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI di Hotel Radisson, Bandar Lampung, Jumat (20/2), terungkap bahwa rencana eksplorasi di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan akan mencakup jalur sepanjang 688,5 kilometer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka ini merepresentasikan sekitar 17,7 persen dari total target survei seismik 2D nasional yang ditetapkan sebesar 3.882 kilometer.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa PT Pertamina EP dijadwalkan memulai pelaksanaan survei tersebut pada Juni 2026 hingga awal 2027.

​”Kehadiran kami di sini untuk memastikan kesiapan teknis dan operasional perusahaan agar pelaksanaan survei seismik 2D berjalan sesuai lini masa. Februari ini menjadi fase fundamental karena menjadi dasar pemetaan awal struktur geologi sebelum dilakukan pengeboran eksplorasi,” ujar Putri.

​Berdasarkan data SKK Migas, realisasi survei seismik nasional hingga Januari 2026 masih tercatat nol kilometer. Oleh karena itu, proyek di Lampung ini dinilai krusial untuk mengejar target lifting migas nasional.

Capaian Energi Baru Terbarukan (EBT)

Selain potensi migas, Pemerintah Provinsi Lampung juga memaparkan keberhasilan dalam sektor energi bersih. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, melaporkan bauran EBT Lampung tahun 2025 telah mencapai 36,32 persen.

Capaian tersebut melampaui target Rencana Umum Energi Daerah (RUED) yang dipatok sebesar 36 persen. Putri Zulkifli Hasan menambahkan bahwa kontribusi terbesar EBT di Lampung berasal dari sektor panas bumi (geothermal).

​Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menekankan bahwa posisi strategis Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera dengan populasi lebih dari 9 juta jiwa menjadikannya wilayah vital dalam pengelolaan energi nasional.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas ESDM Lampung Febrizal Levi Sukmana, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, serta jajaran instansi terkait untuk memastikan sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tembus 828 Ribu Investor, Milenial dan Gen Z Dominasi Pasar Modal Lampung
Mendunia! Sistem QRIS Indonesia Raih Penghargaan ’50-in-5 Awards’ dari New York
Pengguna QRIS di Lampung Tembus 1,6 Juta, Total Transaksi Capai Rp2,3 Triliun
Ini Daftar Negara Pemberi Utang Luar Negeri Indonesia, Siapa Jadi Kreditur Terbesar? 
Jauh dari Kota, Ibu di Lampung Barat Ini Sukses Buka BRILink Sendiri di Pasar Srengit
Karang Taruna Lampung dan OJK Luncurkan ‘Siger Taruna Preneur’, Targetkan Pembiayaan UMKM Rp30 Miliar
Bank Dunia Sebut Mayoritas Penduduk RI Miskin, Tembus 64,2 Persen, Kok Bisa Berbeda dengan Data BPS?
Dugaan Kredit Bermasalah Rp17,4 Triliun, Kejagung Didesak Periksa Dirut BRI
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 14:50 WIB

Tembus 828 Ribu Investor, Milenial dan Gen Z Dominasi Pasar Modal Lampung

Rabu, 23 September 2026 - 11:23 WIB

Mendunia! Sistem QRIS Indonesia Raih Penghargaan ’50-in-5 Awards’ dari New York

Sabtu, 19 September 2026 - 17:06 WIB

Pengguna QRIS di Lampung Tembus 1,6 Juta, Total Transaksi Capai Rp2,3 Triliun

Rabu, 16 September 2026 - 09:55 WIB

Ini Daftar Negara Pemberi Utang Luar Negeri Indonesia, Siapa Jadi Kreditur Terbesar? 

Jumat, 11 September 2026 - 01:39 WIB

Jauh dari Kota, Ibu di Lampung Barat Ini Sukses Buka BRILink Sendiri di Pasar Srengit

Berita Terbaru