Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan kesiapannya mendukung swasembada energi nasional melalui rencana eksplorasi minyak dan gas bumi (migas). Lampung diproyeksikan menyumbang hampir seperlima dari target nasional survei seismik 2D pada tahun 2026.
Dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI di Hotel Radisson, Bandar Lampung, Jumat (20/2), terungkap bahwa rencana eksplorasi di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan akan mencakup jalur sepanjang 688,5 kilometer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Angka ini merepresentasikan sekitar 17,7 persen dari total target survei seismik 2D nasional yang ditetapkan sebesar 3.882 kilometer.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa PT Pertamina EP dijadwalkan memulai pelaksanaan survei tersebut pada Juni 2026 hingga awal 2027.
”Kehadiran kami di sini untuk memastikan kesiapan teknis dan operasional perusahaan agar pelaksanaan survei seismik 2D berjalan sesuai lini masa. Februari ini menjadi fase fundamental karena menjadi dasar pemetaan awal struktur geologi sebelum dilakukan pengeboran eksplorasi,” ujar Putri.
Berdasarkan data SKK Migas, realisasi survei seismik nasional hingga Januari 2026 masih tercatat nol kilometer. Oleh karena itu, proyek di Lampung ini dinilai krusial untuk mengejar target lifting migas nasional.
Capaian Energi Baru Terbarukan (EBT)
Selain potensi migas, Pemerintah Provinsi Lampung juga memaparkan keberhasilan dalam sektor energi bersih. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, melaporkan bauran EBT Lampung tahun 2025 telah mencapai 36,32 persen.
Capaian tersebut melampaui target Rencana Umum Energi Daerah (RUED) yang dipatok sebesar 36 persen. Putri Zulkifli Hasan menambahkan bahwa kontribusi terbesar EBT di Lampung berasal dari sektor panas bumi (geothermal).
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menekankan bahwa posisi strategis Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera dengan populasi lebih dari 9 juta jiwa menjadikannya wilayah vital dalam pengelolaan energi nasional.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas ESDM Lampung Febrizal Levi Sukmana, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, serta jajaran instansi terkait untuk memastikan sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah. (*)






