Cair! Kini Dapur MBG Dapat Insentif Rp6 Juta per hari, Kepala BGN: Lebih Efisien

- Editor

Rabu, 18 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi terkait pemberian insentif sebesar Rp 6 juta per hari bagi yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).   

Dadan menegaskan bahwa kebijakan tersebut jauh lebih efisien dibandingkan jika pemerintah harus membangun seluruh infrastruktur dari awal. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Biaya yang diberikan jauh lebih efisien bila (dibandingkan) BGN membangun sendiri semua fasilitas dan infrastrukturnya,” ujar Dadan saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).

Klarifikasi ini muncul setelah skema insentif harian untuk SPPG tersebut menjadi sorotan dan perbincangan hangat di media sosial.

Menurut Dadan, insentif tersebut bukan sekadar bantuan biaya operasional, melainkan bentuk penghargaan negara kepada pihak swasta atau yayasan yang telah berkontribusi mempercepat penyediaan fasilitas pendukung program MBG.

Faktor Kecepatan dan Efisiensi Waktu

Dadan menjelaskan bahwa aspek kecepatan waktu dan ketersediaan fasilitas fisik di lapangan merupakan hal yang sangat krusial dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis secara nasional.

Pemerintah memilih memberikan insentif agar investasi yang telah dilakukan oleh mitra di daerah dapat segera terkompensasi dan beroperasi.

​”Insentif dasar diberikan sebagai bentuk penghargaan negara kepada semua pihak yang telah berkontribusi terhadap percepatan pembangunan SPPG yang telah dilakukan,” ungkapnya.

​Lebih lanjut, ia menekankan bahwa waktu adalah variabel yang tidak dapat diulang. Oleh karena itu, percepatan pembangunan infrastruktur melalui kemitraan dengan pihak ketiga menjadi prioritas utama negara saat ini.

“Waktu adalah salah satu hal di dunia ini yang berjalan searah. Jika terlewat maka tidak bisa diputar ulang. Atas dasar pertimbangan mendapat keuntungan dari percepatan, negara memberikan apresiasi agar investasi yang dilakukan segera dapat kembali,” pungkas Dadan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Wujudkan Pelayanan Anti Ribet, Aplikasi ‘Lampung In’ Kini Jadi Tempat Pengaduan Warga Lampung
Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri!
Rampingkan BUMN, Presiden Prabowo Targetkan 700 dari 1.077 Perusahaan Ditutup Akhir Tahun
Presiden Prabowo Gagas Mega Proyek Kota Satelit, Lampung Masuk Daftar dari 12 Kota di Indonesia
Ribuan Calon Manajer Kopdes Jalani Pelatihan di Pusdik Armed Cimahi
Tunggakan Utang Program MBG Capai Rp1,6 Triliun, BGN Minta Maaf
TNI Jadi Sopir Truk Pertamina di Sumut, Ini Kata Pemerintah Pusat!
Geger! Anggaran Kipas Angin Kopdes Capai Rp1,8 Triliun
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:28 WIB

Wujudkan Pelayanan Anti Ribet, Aplikasi ‘Lampung In’ Kini Jadi Tempat Pengaduan Warga Lampung

Rabu, 22 Juli 2026 - 03:23 WIB

Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri!

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:36 WIB

Rampingkan BUMN, Presiden Prabowo Targetkan 700 dari 1.077 Perusahaan Ditutup Akhir Tahun

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:06 WIB

Presiden Prabowo Gagas Mega Proyek Kota Satelit, Lampung Masuk Daftar dari 12 Kota di Indonesia

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:56 WIB

Ribuan Calon Manajer Kopdes Jalani Pelatihan di Pusdik Armed Cimahi

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri!

Rabu, 22 Jul 2026 - 03:23 WIB