Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Sebuah dump truk bernomor polisi B 9755 VO mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di Tanjakan PJR, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Minggu (15/2/2026) sore. Insiden yang diduga akibat rem blong tersebut menyebabkan satu warung hancur dan empat orang warga terluka.
Kapolsek Panjang, Kompol Martono, membenarkan peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB itu. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, truk yang dikemudikan oleh Dion melaju dari arah Jalan Ir Sutami menuju Jalan Soekarno-Hatta (Bypass).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga mengalami kegagalan fungsi pengereman. Akibatnya, sopir kehilangan kendali hingga truk terguling dan menabrak warung milik warga setempat.
”Dump truk mengalami rem blong dan langsung menabrak warung milik Ibu Sumiyati, serta empat orang di lokasi kejadian. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujar Martono saat dikonfirmasi, Senin (16/2/2026).
Identitas Korban
Akibat kecelakaan tersebut, empat orang korban harus mendapatkan perawatan medis karena menderita luka-luka. Para korban teridentifikasi bernama Yusra Chandra, Tifa, Dirham, serta Sumiyati yang merupakan pemilik warung. Polisi memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden ini.
Pascakejadia, personel Polsek Panjang bersama Satlantas Polresta Bandar Lampung segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan barang bukti, dan mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.
”Kami juga telah meminta keterangan saksi-saksi. Untuk proses lebih lanjut, kasus kecelakaan ini ditindaklanjuti oleh Satlantas Polresta,” jelas Martono.
Menyikapi kejadian ini, Kompol Martono mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan berat, untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan sebelum beroperasi.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan rutin, terutama pada sistem pengereman, guna mencegah kecelakaan serupa terulang kembali. (*)






