Caption : ist
Hariannarasi.com, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berjalan selama bulan suci Ramadan.
Meski demikian, pemerintah melakukan sejumlah penyesuaian terkait mekanisme distribusi dan jenis menu yang diberikan kepada penerima manfaat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dadan menjelaskan bahwa bagi siswa sekolah yang menjalankan ibadah puasa di wilayah mayoritas muslim, paket makanan akan diberikan pada siang hari untuk dibawa pulang sebagai menu berbuka puasa.
Jenis makanan yang dibagikan pun disesuaikan menjadi makanan kering. Untuk anak sekolah di daerah yang mayoritas puasa.
“Itu akan dibagikan di siang hari pada saat anak sekolah untuk dibawa pulang menjadi menu pada saat buka,” ujar Dadan ke awak media, kemarin (2/2).
Beberapa opsi menu kering yang disiapkan di antaranya meliputi kurma, telur rebus, telur asin, telur pindang, buah-buahan, susu, hingga abon.
Sementara itu, mekanisme berbeda diterapkan untuk kategori penerima lainnya:
1. Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPMB) di Pesantren: Waktu pelayanan akan digeser ke sore hari menjelang waktu berbuka dengan menu makanan normal.
2. Siswa di Wilayah Non-Muslim: Pelayanan tetap berjalan normal seperti hari biasa.
3. Balita dan Ibu Hamil: Distribusi makanan tetap dilakukan secara normal karena kelompok ini tidak diwajibkan berpuasa.
Dadan menegaskan bahwa secara keseluruhan tidak ada perubahan signifikan dalam target sasaran program, melainkan hanya penyesuaian waktu dan jenis hidangan demi menghormati pelaksanaan ibadah puasa. (*)






