Pemkot Bandar Lampung Hadiri Perayaan Sedekah Laut, Beri Nelayan Kartu Ketenagakerjaan

- Editor

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Aroma air laut dan kearifan lokal menyatu di pesisir Bandar Lampung saat masyarakat nelayan menggelar ritual tahunan Sedekah Laut Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Selasa (23/12). 

Agenda yang bukan sekadar seremonial ini menjadi panggung pertautan antara rasa syukur kepada Sang Pencipta dan komitmen perlindungan bagi para pelaut tangguh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mewakili Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Wilson Faisol, S.E., M.M., hadir membawa pesan penting mengenai harmoni budaya dan kesejahteraan sosial.

Dalam sambutan tertulis Wali Kota yang dibacakan Wilson, ditegaskan bahwa Festival Sedekah Laut adalah manifestasi konkret dari kearifan lokal masyarakat pesisir.

Ritual ini merupakan “napas” syukur atas melimpahnya hasil laut yang menjadi tumpuan hidup ribuan keluarga di Kota Tapis Berseri.

​”Ini adalah agenda budaya tahunan yang mengandung makna mendalam. Sebuah ungkapan rasa syukur atas rezeki dan keberkahan yang telah dilimpahkan Tuhan Yang Maha Kuasa kepada para nelayan kita,” ujar Wilson di hadapan para tokoh nelayan dan pejabat daerah.

Namun, acara tahun ini memberikan warna yang berbeda. Di balik kemeriahan tradisi, Pemerintah Kota menyelipkan pemberian proteksi pada nelayan. Secara simbolis, diserahkan kartu asuransi ketenagakerjaan bagi para nelayan sebagai jaring pengaman sosial.

Caption : ist

​Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Pemerintah Kota Bandar Lampung menyadari sepenuhnya bahwa profesi nelayan bertaruh nyawa di tengah ombak.

Kehadiran negara yakni pembagian kartu premi asuransi ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah risiko tinggi yang dihadapi nelayan. Kisi Kesejahteraan, seperti ada filosofi kuat yang diusung yakni “Nelayan yang tangguh adalah nelayan yang terlindungi.”

Hadirnya sejumlah pejabat teras, mulai dari Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandar Lampung, jajaran Kepala Dinas (Kelautan, Pariwisata, hingga Sosial), hingga unsur Satpol PP yang menunjukkan bahwa urusan nelayan adalah urusan lintas sektoral yang menentukan stabilitas kota.

Ketika keamanan bekerja terjamin, kesejahteraan akan mengikuti. Pada akhirnya, nelayan yang sejahtera adalah fondasi utama bagi ketahanan pangan dan penguatan ekonomi Kota Bandar Lampung di masa depan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polisi Ungkap Kematian Wanita di Kebun Sawit Mesuji, Korban Terakhir Terlihat Bersama Pria Berinisial J
Cemburu Buta, Pria di Kota Metro Tega Bakar Istri, Luka Bakar Capai 80 Persen! 
Gara-gara Bau Tak Sedap, Warga Temukan Janda Asal Tanggamus Tewas Membusuk di Kontrakan Pringsewu
Viral Dugaan Pungli Oknum Polisi di Payan Mas, Kapolres Lampung Utara: Masih Ditelusuri
Selisih Harga Picu Antrean BBM di Lampung, Hiswana Migas: Konsumen Beralih ke Subsidi
IPAL Bermasalah, Sekda Tanggamus Evaluasi SPPG Kebumen dan Beri Waktu Perbaikan Satu Bulan
Viral Tembak Warga di Kalideres, 2 Pelaku Curanmor Jaket Ojol Ditangkap di Lampung
Motor Pengunjung Hilang di Parkiran Lex Coffee Kemiling, Pelaku Sempat Gagal Bobol Motor Karyawan
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Polisi Ungkap Kematian Wanita di Kebun Sawit Mesuji, Korban Terakhir Terlihat Bersama Pria Berinisial J

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Cemburu Buta, Pria di Kota Metro Tega Bakar Istri, Luka Bakar Capai 80 Persen! 

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Gara-gara Bau Tak Sedap, Warga Temukan Janda Asal Tanggamus Tewas Membusuk di Kontrakan Pringsewu

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Viral Dugaan Pungli Oknum Polisi di Payan Mas, Kapolres Lampung Utara: Masih Ditelusuri

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:33 WIB

IPAL Bermasalah, Sekda Tanggamus Evaluasi SPPG Kebumen dan Beri Waktu Perbaikan Satu Bulan

Berita Terbaru