Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Aroma air laut dan kearifan lokal menyatu di pesisir Bandar Lampung saat masyarakat nelayan menggelar ritual tahunan Sedekah Laut Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Selasa (23/12).
Agenda yang bukan sekadar seremonial ini menjadi panggung pertautan antara rasa syukur kepada Sang Pencipta dan komitmen perlindungan bagi para pelaut tangguh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mewakili Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Wilson Faisol, S.E., M.M., hadir membawa pesan penting mengenai harmoni budaya dan kesejahteraan sosial.
Dalam sambutan tertulis Wali Kota yang dibacakan Wilson, ditegaskan bahwa Festival Sedekah Laut adalah manifestasi konkret dari kearifan lokal masyarakat pesisir.
Ritual ini merupakan “napas” syukur atas melimpahnya hasil laut yang menjadi tumpuan hidup ribuan keluarga di Kota Tapis Berseri.
”Ini adalah agenda budaya tahunan yang mengandung makna mendalam. Sebuah ungkapan rasa syukur atas rezeki dan keberkahan yang telah dilimpahkan Tuhan Yang Maha Kuasa kepada para nelayan kita,” ujar Wilson di hadapan para tokoh nelayan dan pejabat daerah.
Namun, acara tahun ini memberikan warna yang berbeda. Di balik kemeriahan tradisi, Pemerintah Kota menyelipkan pemberian proteksi pada nelayan. Secara simbolis, diserahkan kartu asuransi ketenagakerjaan bagi para nelayan sebagai jaring pengaman sosial.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Pemerintah Kota Bandar Lampung menyadari sepenuhnya bahwa profesi nelayan bertaruh nyawa di tengah ombak.
Kehadiran negara yakni pembagian kartu premi asuransi ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah risiko tinggi yang dihadapi nelayan. Kisi Kesejahteraan, seperti ada filosofi kuat yang diusung yakni “Nelayan yang tangguh adalah nelayan yang terlindungi.”
Hadirnya sejumlah pejabat teras, mulai dari Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandar Lampung, jajaran Kepala Dinas (Kelautan, Pariwisata, hingga Sosial), hingga unsur Satpol PP yang menunjukkan bahwa urusan nelayan adalah urusan lintas sektoral yang menentukan stabilitas kota.
Ketika keamanan bekerja terjamin, kesejahteraan akan mengikuti. Pada akhirnya, nelayan yang sejahtera adalah fondasi utama bagi ketahanan pangan dan penguatan ekonomi Kota Bandar Lampung di masa depan. (*)






