UEA Berikan Bantuan 834,85 Milliar Untuk Deforestasi, Kemana Uangnya?!

- Editor

Minggu, 21 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist (Dok. UKMExpert)

Hariannarasi.com, Jakarta – Awal Februari 2025 lalu, sebuah kabar gembira datang dari Uni Emirat Arab (UEA), Bantuan senilai $50 juta atau senilai Rp 834,85 Miliaruntuk deforestasi diberikan pemerintah UEA ke Indonesia. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dengan nada optimis mengumumkan komitmen pendanaan sebesar 50 juta dolar AS dari Uni Emirat Arab (UEA).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka yang fantastis itu diniatkan untuk satu tujuan mulia, yakni untuk deforestasi. Bantuan itu diberikan langsung melalui Mohammed bin Zayid, tujuannya tak lain untuk mengembalikan hijau hutan kita yang telah gundul.

Namun, di atas tanah Sumatra, narasi manis dari Jakarta itu terasa seperti garam yang ditaburkan di atas luka, saat para pejabat sibuk berwacana tentang angka-angka investasi hijau, warga Sumatra justru berjibaku dengan terjangan banjir bandang.

Pemandangan pilu terlihat jelas, glondongan kayu besar terbawa arus, tanah longsor menutup akses, dan tangis warga pecah meratapi harta yang hilang.

Kehadiran kayu-kayu gelondongan dalam banjir tersebut menjadi “saksi bisu” sekaligus bukti otentik adanya pembukaan lahan masif.

Para pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) jauh-jauh hari sudah memberikan peringatan keras.

Mereka mengingatkan bahwa tanpa hutan yang sehat, tanah kehilangan daya serap. Sayangnya, bagi pengambil kebijakan, peringatan ilmiah ini seringkali kalah nyaring dibanding deru mesin alat berat di tengah hutan.

Kini, publik pantas melontarkan gugatan sederhana, Jika deforestasi memang prioritas dan dananya sudah siap, mengapa hutan kita justru semakin babak belur?

Hingga detik ini, transparansi mengenai dana hibah UEA tersebut masih gelap gulita. Rakyat bertanya-tanya, apakah dana tersebut sudah masuk ke kas negara?

Dititik mana saja proses administrasinya tertahan dan apa yang paling krusial, lahan mana yang sebenarnya sedang “dihijaukan”? (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dukung Program 3 Juta Rumah, OJK Ubah Aturan SLIK!
Gaji Ke-13 ASN Siap Cair, Ini Jadwal dan Besarannya!
Indonesia Pilih Minyak Mentah Rusia, Bahlil: Tidak Ada Impor BBM!
Cuma Bayar Sejutaan dan Cicilan Super Ringan, Menteri Ara Sediakan Rumah Bagi Pekerja Dapur MBG
Makan Gratis Kok Pakai Motor Listrik Rp42 Juta? KPK Mulai Bidik ‘Proyek Janggal’ BGN!
Telan Anggaran Nyaris Rp 100 Miliar, Pemprov Lampung Perbaiki Jalan Wisata Pesisir Tanggamus
Musrenbang Lampung 2026: Gubernur Fokus Penguatan Pertanian, Kejar Target Ekonomi 8 Persen
Tak Cuma Sukses Tekan Harga Sembako, Pemprov Lampung Usul 22 Ribu Rumah Hunian!
Berita ini 167 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 12:52 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, OJK Ubah Aturan SLIK!

Minggu, 19 April 2026 - 07:04 WIB

Gaji Ke-13 ASN Siap Cair, Ini Jadwal dan Besarannya!

Minggu, 19 April 2026 - 05:31 WIB

Indonesia Pilih Minyak Mentah Rusia, Bahlil: Tidak Ada Impor BBM!

Sabtu, 18 April 2026 - 15:36 WIB

Cuma Bayar Sejutaan dan Cicilan Super Ringan, Menteri Ara Sediakan Rumah Bagi Pekerja Dapur MBG

Jumat, 17 April 2026 - 08:57 WIB

Makan Gratis Kok Pakai Motor Listrik Rp42 Juta? KPK Mulai Bidik ‘Proyek Janggal’ BGN!

Berita Terbaru

DAERAH

Perkuat Birokrasi, Wabup Tanggamus Lantik Sembilan Pejabat

Senin, 20 Apr 2026 - 05:41 WIB