Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Provinsi Lampung bersiap menyambut penghujung tahun dengan pengawalan ketat. Tak kurang dari 4.021 personel gabungan resmi diterjunkan untuk mengawal kondusivitas wilayah selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Langkah ini diambil guna memastikan gerak nadi masyarakat di pintu gerbang Sumatera ini tetap aman dan tertib.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam apel kesiapan yang digelar pada Jumat (19/12), Wakapolda Lampung Brigjen Pol Sumarto, membacakan amanat tertulis Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf.
Pesan jelas, yakni sinergitas adalah kunci. Operasi pengamanan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya kolektif melibatkan lintas sektoral.
Komposisi Kekuatan dan Fokus Pengamanan
Ribuan personel yang dikerahkan merupakan representasi dari berbagai lini keamanan dan pelayanan publik.
Polri sendiri menyiagakan 2.168 personel (gabungan Polda dan Polres jajaran), sedangkan instansi terkait sebanyak 1.853 personel (TNI, Dishub, Satpol PP, hingga organisasi kemasyarakatan).
Fokus operasi kali ini tertuju pada 1.603 titik krusial. Dari ribuan objek tersebut, pengamanan terhadap 1.068 gereja menjadi prioritas utama guna menjamin kekhusyukan ibadah Natal.
Sementara itu, saat transisi menuju pergantian tahun, atensi akan bergeser ke 276 objek wisata dan 138 pusat perbelanjaan yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung.
“Pengamanan gereja menjadi prioritas utama saat perayaan Natal, sementara objek wisata dan pusat keramaian menjadi fokus saat libur panjang dan malam pergantian tahun,” tegas Brigjen Pol Sumarto.
Infrastruktur Pelayanan di Lapangan
Untuk menopang mobilitas dan pengawasan, Polda Lampung telah memetakan kekuatan di lapangan melalui, 70 Titik Pos yang terdiri dari 42 Pos Pengamanan, 26 Pos Pelayanan, dan 2 Pos Terpadu.
Ditambah alutsista dan Teknologi, mulai dari kapal patroli, helikopter, hingga ratusan unit CCTV yang terintegrasi untuk pemantauan real-time.
Lebih dari sekadar pengerahan pasukan, kesuksesan Operasi Nataru ini sangat bergantung pada partisipasi publik. Wakapolda menitipkan pesan agar masyarakat tetap mengedepankan etika berlalu lintas dan menjaga toleransi antarwarga.
Dengan matangnya persiapan ini, diharapkan masyarakat Lampung dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan merayakan pergantian tahun dengan penuh kegembiraan tanpa dihantui rasa was-was.
Sinergi antara aparat dan warga menjadi fondasi utama agar Lampung tetap teduh di tengah hiruk-pikuk perayaan akhir tahun. (*)






