Caption : ist
Hariannarasi.com, Pringsewu – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengambil langkah signifikan dalam penguatan fondasi pertanian daerah, sebagai respons langsung terhadap program prioritas nasional mengenai swasembada pangan.
Komitmen ini diwujudkan melalui peresmian rehabilitasi masif Jaringan Irigasi Way Ngison, yang berlokasi strategis di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Gubernur Jihan Nurlela, saat meresmikan proyek vital ini pada Sabtu (13/12), menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur merupakan kunci untuk mendongkrak produktivitas sektor pertanian Lampung.
Rehabilitasi Daerah Irigasi (D.I.) Way Ngison bukanlah proyek sembarangan. Menurut Wagub Jihan, proyek ini menelan anggaran tak kurang dari Rp7,8 Miliar dan diproyeksikan memberikan denyut nadi baru bagi lahan pertanian di 11 pekon (desa) yang bergantung pada aliran irigasi tersebut.
“Peresmian rehabilitasi ini adalah bukti konkret dukungan Gubernur untuk masyarakat petani Pringsewu,” ujar Wagub Jihan di hadapan ratusan kelompok tani dan tokoh masyarakat.
Ia menambahkan, tujuan tunggal dari revitalisasi ini adalah menjadikan pertanian lebih produktif, terlebih mengingat tren peningkatan produksi Gabah Kering Giling (GKG) Lampung yang terus menjanjikan.
Menjaga Ekosistem Pertanian
Dalam tinjauannya, Wagub Jihan menekankan peran pemerintah daerah sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat, yang memiliki kewajiban menjaga ekosistem pembangunan ekonomi sektor pertanian.
Ketersediaan air yang terjamin melalui infrastruktur irigasi yang prima disebutnya sebagai kunci keberlanjutan ekosistem tersebut.
Secara teknis, revitalisasi D.I. Way Ngison mencakup sejumlah pekerjaan krusial, yakni:
1. Rehabilitasi saluran irigasi sepanjang kurang lebih 2 kilometer.
2. Perbaikan struktur bendung untuk meningkatkan daya tahan.
3. Pengangkatan sedimen (pengerukan lumpur) masif di areal tampungan bendung, yang bertujuan mengembalikan kapasitas tampung air ke tingkat optimal.
4. Pembangunan ulang jembatan inspeksi/penghubung warga demi kelancaran akses dan pemeliharaan.
Total cakupan rehabilitasi ini mencapai 1.900 hektare lahan, dengan dampak langsung (on-farm) yang akan dirasakan oleh 1.300 hektare sawah.
Meski investasi infrastruktur telah dilakukan, Wagub Jihan menyoroti bahwa keberhasilan jangka panjang sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.
Ia secara khusus mengajak seluruh elemen masyarakat, utamanya para petani pemakai air, untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama merasa memiliki jaringan irigasi ini. Mari kita jaga dan awasi bersama,” tegasnya.
Ia bahkan meminta masyarakat untuk proaktif, tidak ragu melaporkan segala aktivitas mencurigakan atau upaya pengerusakan oleh oknum tak bertanggung jawab kepada perangkat setempat.
Hal ini menjadi peringatan keras bahwa proyek senilai miliaran rupiah ini wajib dijaga sebagai aset kolektif daerah. (*)






