Telan Rp7,4 Miliar: Infrastruktur Irigasi Pringsewu Direhabilitasi, Dorong Swasembada Pangan

- Editor

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Pringsewu – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengambil langkah signifikan dalam penguatan fondasi pertanian daerah, sebagai respons langsung terhadap program prioritas nasional mengenai swasembada pangan.

Komitmen ini diwujudkan melalui peresmian rehabilitasi masif Jaringan Irigasi Way Ngison, yang berlokasi strategis di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Gubernur Jihan Nurlela, saat meresmikan proyek vital ini pada Sabtu (13/12), menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur merupakan kunci untuk mendongkrak produktivitas sektor pertanian Lampung.

Rehabilitasi Daerah Irigasi (D.I.) Way Ngison bukanlah proyek sembarangan. Menurut Wagub Jihan, proyek ini menelan anggaran tak kurang dari Rp7,8 Miliar dan diproyeksikan memberikan denyut nadi baru bagi lahan pertanian di 11 pekon (desa) yang bergantung pada aliran irigasi tersebut.

“Peresmian rehabilitasi ini adalah bukti konkret dukungan Gubernur untuk masyarakat petani Pringsewu,” ujar Wagub Jihan di hadapan ratusan kelompok tani dan tokoh masyarakat.

Ia menambahkan, tujuan tunggal dari revitalisasi ini adalah menjadikan pertanian lebih produktif, terlebih mengingat tren peningkatan produksi Gabah Kering Giling (GKG) Lampung yang terus menjanjikan.

Menjaga Ekosistem Pertanian

Dalam tinjauannya, Wagub Jihan menekankan peran pemerintah daerah sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat, yang memiliki kewajiban menjaga ekosistem pembangunan ekonomi sektor pertanian.

Caption : ist

Ketersediaan air yang terjamin melalui infrastruktur irigasi yang prima disebutnya sebagai kunci keberlanjutan ekosistem tersebut.

Secara teknis, revitalisasi D.I. Way Ngison mencakup sejumlah pekerjaan krusial, yakni:

1. Rehabilitasi saluran irigasi sepanjang kurang lebih 2 kilometer.

2. Perbaikan struktur bendung untuk meningkatkan daya tahan.

3. Pengangkatan sedimen (pengerukan lumpur) masif di areal tampungan bendung, yang bertujuan mengembalikan kapasitas tampung air ke tingkat optimal.

4. Pembangunan ulang jembatan inspeksi/penghubung warga demi kelancaran akses dan pemeliharaan.

Total cakupan rehabilitasi ini mencapai 1.900 hektare lahan, dengan dampak langsung (on-farm) yang akan dirasakan oleh 1.300 hektare sawah.

Meski investasi infrastruktur telah dilakukan, Wagub Jihan menyoroti bahwa keberhasilan jangka panjang sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.

Ia secara khusus mengajak seluruh elemen masyarakat, utamanya para petani pemakai air, untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama merasa memiliki jaringan irigasi ini. Mari kita jaga dan awasi bersama,” tegasnya.

Ia bahkan meminta masyarakat untuk proaktif, tidak ragu melaporkan segala aktivitas mencurigakan atau upaya pengerusakan oleh oknum tak bertanggung jawab kepada perangkat setempat.

Hal ini menjadi peringatan keras bahwa proyek senilai miliaran rupiah ini wajib dijaga sebagai aset kolektif daerah. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hilang 2 Hari, Lilis Pitriani Ditemukan Tewas Terikat di Parit, Terakhir Pergi Bareng Sepupu Pria
7 Jam Dicecar Jaksa Soal Dana Hibah Rp2,3 M, Anggota KPU Lampura Arieska Pilih Tutup Mulut!
Viral! Niat Cari Madu di Sidomulyo Pesawaran, Warga Malah Temukan Kerangka Manusia!
Akhirnya! Dibantu Hujan Deras, Karhutla di TN Way Kambas Padam
Memanas! Ratusan Pam Swakarsa Sugar Group Ngamuk di Tulang Bawang, Kebun dan Gubuk Warga Luluh Lantak
Mahasiswa ITERA Gelar Aksi di Tugu Adipura, Sampaikan 5 Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
Geger! Warga Temukan Mayat Wanita Terikat di Parit Teluk Betung, Diduga Kuat Korban Pembunuhan!
Diduga Gelapkan Uang Klien Rp29,7 Juta, Advokat di Metro Ditetapkan Tersangka Penipuan!
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Hilang 2 Hari, Lilis Pitriani Ditemukan Tewas Terikat di Parit, Terakhir Pergi Bareng Sepupu Pria

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:10 WIB

7 Jam Dicecar Jaksa Soal Dana Hibah Rp2,3 M, Anggota KPU Lampura Arieska Pilih Tutup Mulut!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Viral! Niat Cari Madu di Sidomulyo Pesawaran, Warga Malah Temukan Kerangka Manusia!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Akhirnya! Dibantu Hujan Deras, Karhutla di TN Way Kambas Padam

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Mahasiswa ITERA Gelar Aksi di Tugu Adipura, Sampaikan 5 Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran

Berita Terbaru