Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan penyegaran di jajaran Pimpinan Tinggi Pratama. Sebanyak lima pejabat eselon II resmi dilantik pada Jumat (5/12) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung.
Pelantikan ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, yang bertindak atas nama Gubernur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pergantian posisi strategis ini ditetapkan melalui dua Surat Keputusan Gubernur Lampung, yakni Nomor 800.1.3.3/6537/6.04/2025 dan 800.1.3.3/6538/6.04/2025, yang mengatur pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian PNS.
Dalam SK Gubernur pertama, terdapat rotasi pada tiga posisi Kepala Dinas:
1. Dr. Evi Fatmawati, M.Si. bertukar posisi dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan menjadi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Lampung.
2. Drs. Samsurijal, MM. yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah kini menempati pos baru sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Lampung.
3. Drs. Intizam bergeser dari Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP dan dipercaya memimpin Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung.
Sementara itu, SK Gubernur kedua membawa dua wajah baru di posisi penting:
1. Sukmawan Hendriyanto, ST., MT. dipromosikan dari Sekretaris Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi menjadi Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Lampung.
2. Dr. Yusmaidi, Sp.B (K) BD., seorang Dokter Ahli Madya RSUD Abdul Moeloek, kini menjabat sebagai Wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan, dan Penunjang Medik RSUD Abdul Moeloek.
Tuntutan Inovasi dan Pelayanan Publik Cepat
Dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan oleh Sekdaprov Marindo Kurniawan, Gubernur Lampung secara tegas menekankan bahwa amanah jabatan harus dijalankan untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Gubernur menyoroti peran strategis pejabat yang baru dilantik dalam menghadirkan layanan publik yang lebih responsif.
“Masyarakat membutuhkan pemerintah yang hadir secara nyata, yang mendengar, memahami, dan memberikan solusi cepat serta tepat,” kutip Sekdaprov Marindo Kurniawan menyampaikan pesan Gubernur.
Gubernur juga menggarisbawahi bahwa posisi pimpinan tinggi menuntut lebih dari sekadar tugas teknis. Pejabat wajib membawa nilai perubahan, dituntut memiliki inovasi, keberanian mengambil langkah strategis, serta kemampuan untuk menggerakkan seluruh jajaran di bawahnya.
Dalam arahan penutup, Gubernur menitipkan empat pesan utama yang harus segera diimplementasikan:
- Peningkatan kualitas pelayanan publik untuk memastikan kemudahan dan kepastian layanan bagi masyarakat.
- Memperkuat koordinasi lintas sektor guna menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan yang kompleks dan saling berkaitan.
- Mendorong transformasi digital di seluruh perangkat daerah sebagai upaya efisiensi dan modernisasi.
- Menjaga integritas dan etika pelayanan publik sebagai landasan utama dalam menjalankan amanah jabatan.
Gubernur mendesak para pejabat baru untuk segera beradaptasi dan menyusun langkah kerja prioritas yang sejalan dengan target pembangunan daerah.
“Pejabat harus menjadi pemimpin yang memberi teladan, bukan sekadar instruksi,” tutupnya, seraya mengingatkan pentingnya kesungguhan dalam menjalankan setiap tugas. (*)






