Caption : Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana saat memberikan penjelasan terkait bantuan bencana alam Sumatera.
Hariannarasi.com, Bandarlampung – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung merespons cepat situasi darurat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Melalui inisiatif kolektif, para abdi negara ini secara pribadi menunjukkan solidaritas dan empati dengan mengumpulkan donasi berupa dana tunai dan pakaian layak pakai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gerakan ini, yang berakar dari kesadaran kemanusiaan para ASN, diharapkan dapat meringankan beban hidup para korban yang kini tengah berjuang memulihkan diri pasca-bencana.
“Bantuan sekecil apapun dari kita adalah harapan besar bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang untuk bangkit,” jelas Bunda Eva, Sapaan akrab Wali Kota Bandarlampung, Rabu (3/12).
Walikota melanjutkan, jika amanah APEKSI dan Koordinasi Bantuan adalah bentuk upaya kepedulian dari ASN Bandar Lampung ini juga diperkuat dengan peran penting Pemerintah Kota dalam koordinasi bantuan nasional.
“Kepala Daerah Bandar Lampung telah menerima mandat strategis dari Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) untuk menjadi Koordinator Bantuan bagi wilayah-wilayah yang terdampak,” ungkapnya.
Amanah ini, yang mencerminkan kepercayaan institusional terhadap kepemimpinan dan logistik Kota Bandar Lampung, akan dijalankan dengan integritas dan profesionalisme.
“Kampanye ini mengajak seluruh elemen masyarakat dan birokrasi untuk menumbuhkan empati, memperkuat kesiapsiagaan, dan bergerak bersama dalam semangat gotong royong,” jelasnya.
Eva mengatakan, jika musibah di wilayah Sumatera adalah pengingat bahwa dalam menghadapi tantangan, persatuan adalah kekuatan utama.
“Seperti yang diungkapkan dalam pesan solidaritas. Saat kita saling menggenggam tangan, setiap ujian terasa lebih ringan,” jelasnya.
Kota Bandar Lampung berkomitmen untuk terus menjadi bagian aktif dalam upaya kemanusiaan dan pemulihan bencana di tingkat regional. (*)






