Caption : ist (Dok. Detik)
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Lampung bergerak cepat merespons musibah banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Langkah ini diwujudkan dengan pengiriman tim relawan dan pembukaan rekening donasi publik. Keputusan krusial ini diambil dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, di Kantor Gubernur, Selasa (2/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekda Marindo menegaskan bahwa inisiatif ini adalah manifestasi empati mendalam Lampung terhadap tiga provinsi yang terdampak.
“Gubernur dan Wakil Gubernur telah menginstruksikan pembentukan skema resmi untuk memastikan kontribusi nyata dan terkoordinasi, baik dari jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat luas,” ujar Marindo.
Untuk memfasilitasi gelombang kepedulian ini, Pemprov Lampung mengaktifkan rekening khusus di Bank Lampung atas nama Bumbung Kemanusiaan DP Korpri Lampung, dengan Nomor Rekening 380-000-500-9487. Rekening ini diproyeksikan menjadi kanal utama penyaluran donasi.
Transparansi menjadi kunci. Sekda Marindo menjamin setiap bantuan uang yang masuk akan direkapitulasi dan dipublikasikan harian, sebelum ditransfer langsung ke rekening pemerintah daerah tujuan.
“Setiap sore, pukul 15.00, bantuan akan langsung dikirimkan ke Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Rekapitulasi dilakukan pukul 14.00,” jelas Sekda, menekankan kecepatan penyaluran.
Meski demikian, Marindo menegaskan tidak ada unsur paksaan bagi ASN. Penggalangan dana ini murni didasarkan pada imbauan solidaritas sosial sukarela.
Selain ASN, partisipasi diperluas, mencakup seluruh unit Korpri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), guru, tenaga kesehatan, pegawai P3K, hingga instansi vertikal, perguruan tinggi, dan masyarakat umum.
Dua Muka Respons Bencana
Selain penggalangan dana, Pemprov Lampung juga mempersiapkan pengiriman 50 relawan terlatih ke tiga provinsi tersebut. Tim relawan ini akan dibagi berdasarkan kualifikasi spesifik untuk mendukung operasi tanggap darurat di lapangan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, menyatakan pihaknya telah mengaktifkan Posko Pusdalops 24 jam. Posko ini berfungsi memantau perkembangan cuaca dan potensi bencana di Lampung sendiri, dengan mengandalkan satelit cuaca dan pembaruan real time dari BMKG.
Rudy mengimbau masyarakat untuk rutin memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BPBD dan BMKG, mengingat musim hujan telah memasuki fase intensif.
”Kesiapsiagaan berbasis informasi aktual sangat penting. Kami telah meningkatkan koordinasi dengan TNI-Polri, Forum Relawan, serta Forum PRB (Pengurangan Risiko Bencana) untuk menghadapi puncak musim hidrometeorologi pada awal 2026,” papar Rudy.
Rudy menambahkan, Lampung telah memiliki rencana kontingensi banjir sejak 2022 dan telah melaksanakan simulasi evakuasi di zona merah hidrometeorologi, yang kini mencakup hampir seluruh kabupaten/kota di Lampung.
Pemprov juga telah mengajukan dukungan teknologi modifikasi cuaca kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengantisipasi hujan ekstrem, serta segera menerima delapan unit kendaraan operasional baru untuk memperkuat respons.
Sekda Marindo menutup dengan harapan bahwa upaya ini, mulai dari donasi hingga pengiriman relawan yang dapat meringankan beban korban.
“Rekening Bumbung Kemanusiaan akan dibuka selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan di daerah terdampak dinyatakan selesai. Kami akan memantau situasi untuk menentukan batas akhir penggalangan dana,” pungkasnya. (*)






