Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terus memacu peningkatan kualitas infrastruktur kesehatan publik. Dalam peninjauan terbarunya di lokasi pembangunan Puskesmas Rawat Inap Panjang.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan fasilitas kesehatan yang tidak hanya representatif, tetapi juga mumpuni dari sisi teknologi medis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek yang kini tengah dikebut pengerjaannya tersebut diproyeksikan menjadi bangunan tiga lantai.
Transformasi ini bukan sekadar peremajaan fisik, melainkan upaya strategis untuk menjadikan Puskesmas Panjang sebagai pusat layanan kesehatan yang komprehensif.
“Insyaallah, gedung ini akan dilengkapi dengan peralatan medis mutakhir serta didukung oleh kesiapan tenaga dokter dan tenaga kesehatan yang kompeten. Ini adalah ikhtiar kita untuk melayani warga dengan standar terbaik,” ujar Eva di sela-sela peninjauannya.
Dalam kesempatan tersebut, wanita yang akrab disapa Bunda Eva ini kembali menggarisbawahi peta jalan layanan kesehatan di Kota Tapis Berseri.
“Dari total 31 puskesmas yang tersebar di penjuru kota, 21 di antaranya telah berstatus sebagai puskesmas rawat inap,” ungkap Bunda Eva.
Poin krusial yang ditekankan oleh Wali Kota adalah jaminan aksesibilitas. Ia memastikan bahwa seluruh layanan di jaringan puskesmas tersebut GRATIS bagi warga Kota Bandar Lampung. Kebijakan ini merupakan manifestasi dari prinsip bahwa kesehatan adalah hak fundamental setiap warga negara, bukan privilese segelintir orang.
Peringatan Keras bagi Oknum
Di balik optimisme pembangunan infrastruktur, terselip peringatan keras (ultimatum) yang ditujukan kepada jajarannya. Eva Dwiana tidak mentolerir adanya praktik pungutan liar (pungli) dalam bentuk apa pun di fasilitas kesehatan pemerintah.
”Jika masih ada warga yang diminta membayar, segera laporkan. Saya akan tindak tegas oknumnya. Pelayanan kesehatan adalah hak seluruh warga,” tegasnya dengan nada serius.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa modernisasi fisik bangunan harus berbanding lurus dengan integritas moral para pelayan publik di dalamnya.
Masyarakat kini menanti rampungnya Puskesmas Rawat Inap Panjang, berharap fasilitas megah tersebut segera beroperasi dan membawa angin segar bagi peningkatan kualitas hidup warga Bandar Lampung. (*)






