Caption : ist
Hariannarasi.com, Jambi – Di tengah dinamika tantangan perkotaan yang kian kompleks, konsolidasi antarkepala daerah menjadi kunci vital bagi pembangunan berkelanjutan.
Hal inilah yang mendasari kehadiran Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, atau yang akrab disapa Bunda Eva, dalam perhelatan strategis Musyawarah Komisariat Wilayah (Komwil) II Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berlangsung di Graha Siginjai, kompleks Kantor Wali Kota Jambi, pada Kamis (27/11), forum ini bukan sekadar ajang silaturahmi seremonial.
Bagi Bunda Eva, pertemuan para pemimpin kota di wilayah Sumatera bagian selatan ini merupakan panggung krusial untuk merajut kembali simpul-simpul sinergi yang lebih konkret.
Kehadiran orang nomor satu di Bandar Lampung tersebut membawa pesan yang jelas: kemajuan sebuah kota tidak lagi dapat dicapai secara soliter.
Ia menambahkan, jika musyawarah Komwil II APEKSI harus bertransformasi menjadi laboratorium gagasan—tempat di mana cetak biru kota masa depan yang inklusif, maju, dan berkelanjutan dirumuskan bersama.
“Semoga kolaborasi ini terus tumbuh dan menjadi energi positif bagi kemajuan kita bersama,” ujar Bunda Eva di sela-sela kegiatan.
Ruang Dialektika Pembangunan
Sebagai salah satu tokoh sentral dalam forum tersebut, Bunda Eva menekankan pentingnya ruang dialektika. Ia berharap para kepala daerah tidak hanya saling bertukar kabar, melainkan saling menguatkan dalam menghadapi isu-isu urban—mulai dari tata kelola lingkungan, digitalisasi layanan publik, hingga ketahanan ekonomi daerah.
Forum yang dihadiri oleh deretan wali kota dari berbagai wilayah ini menjadi momentum emas. Di sinilah inovasi direplikasi dan solusi atas permasalahan kota didiskusikan secara terbuka.
Kehadiran Bunda Eva menegaskan komitmen Bandar Lampung untuk terus proaktif dalam peta pembangunan nasional, mengambil peran dalam menciptakan ekosistem perkotaan yang adaptif terhadap perubahan zaman.
“Melalui Musyawarah Komwil II ini, diharapkan lahir sebuah legacy atau warisan kebijakan inovatif yang akan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan kota-kota di Indonesia di masa mendatang,” pungkasnya. (*)






