Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Laju pembangunan infrastruktur vital di Kota Bandar Lampung mendapat sorotan tajam dari pihak Pemkot setempat.
Peninjauan yang dilakukan Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana terhadap progres pembangunan Jembatan Jalan Haji Komarudin, yang strategis menghubungkan Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, dengan Kabupaten Lampung Selatan, menunjukkan perkembangan pekerjaan yang dinilai jauh dari target yang diharapkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kekecewaan ini disampaikan secara langsung, menegaskan bahwa proyek pembangunan tidak hanya diukur dari struktur fisik semata, melainkan dari dampaknya terhadap kenyamanan publik, kelancaran mobilitas, dan proyeksi masa depan kota.
Tuntutan agar semua pihak terkait bekerja lebih maksimal, memperkuat koordinasi, serta menyelesaikan tanggung jawab ini secara cepat dan tepat menjadi penekanan utama.
“Pembangunan ini adalah tentang mempermudah kehidupan warga. Kami berharap kontraktor dan tim pelaksana dapat meningkatkan kinerja secara signifikan,” ujar Bunda Eva sapaan akrabnya, sembari menyampaikan apresiasi atas kesabaran masyarakat yang telah lama menanti selesainya akses krusial ini.
Pemantauan ketat dipastikan akan terus dilakukan hingga jembatan tersebut benar-benar berfungsi optimal.
Ancaman Bencana Akibat Pelanggaran Tata Ruang
Selain isu pembangunan jembatan, perhatian juga dialihkan pada upaya mitigasi bencana banjir di wilayah Teluk Betung Barat. Peninjauan lapangan di lokasi saluran air menunjukkan adanya praktik pelanggaran sepadan sungai oleh sejumlah bangunan.
“Jangan sampai kondisi ini menghambat aliran air dan menjadi salah satu faktor pemicu utama insiden banjir di kawasan tersebut,” jelas Walikota.
Pemkot Bandar Lampung menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dan memastikan fungsi optimalisasi aliran sungai. Namun, keberhasilan upaya ini ditekankan sebagai tanggung jawab kolektif.
Ajakan tegas dilayangkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan peran serta aktif dalam menjaga tata kelola air. Poin-poin penting yang disoroti meliputi:
- Penghentian praktik membuang sampah ke sungai.
- Jaminan drainase tidak tertutup.
- Kepatuhan terhadap aturan batas sepadan sungai untuk bangunan.
Pemerintah menggarisbawahi bahwa integritas tata ruang dan kebersihan lingkungan adalah investasi bagi keselamatan dan kenyamanan kota di mahidrologis
Kerjasama antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama dalam menjaga Kota Bandar Lampung dari ancaman bencana hidrologis. (*)






