Gebrakan Lampung di Ibu Kota: ‘Jual’ Potensi Hijau dan Hilirisasi, Bidik Investasi Global!

- Editor

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Provinsi Lampung tampaknya tak mau lagi sekadar menyandang predikat sebagai lumbung pangan atau pemasok komoditas mentah. Di tengah tuntutan transformasi ekonomi nasional, “Tanah Lada” ini secara agresif melempar dadu, memposisikan diri sebagai episentrum baru investasi hijau dan industri bernilai tambah di Sumatra. 

​Gebrakan ini dipamerkan secara terbuka dalam perhelatan Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2025. Bertempat di Ballroom Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (4/11), forum ini bukan sekadar ajang seremonial. Di hadapan 58 calon investor dari berbagai negara dan perwakilan duta besar, Lampung membentangkan “karpet merah” untuk modal segar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dalam pidato pembukanya, berbicara lugas. Ia menegaskan bahwa era ketergantungan pada pertanian tradisional harus segera diakhiri. Tema forum, “Explore the Potential: Lampung Investment Opportunities for Sustainable Growth”, menjadi sinyal kuat bahwa fokus telah bergeser.

​”Lampung tidak bisa lagi bergantung pada sektor pertanian tradisional,” tegas Wagub Jihan.

​Pesan utamanya jelas: hilirisasi. Pemerintah provinsi kini mati-matian mendorong pengolahan hasil pertanian dan perkebunan untuk mendongkrak nilai tambah. “Kami ingin pertumbuhan tidak hanya dinikmati pelaku usaha, tapi juga mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, memberi bingkai sosial pada strategi ekonomi ini.

​Tawaran Lampung tak berhenti di agribisnis. Sektor energi bersih menjadi “dagangan” utama kedua. Pemprov tengah merancang Renewable Energy Hub berbasis biomassa dan panas bumi. Potensi yang tak main-main—1.758 MWe energi panas bumi di empat kabupaten—disodorkan kepada investor yang bergerak di bidang energi bersih.

​Langkah strategis ini, kata Jihan, sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yang fokus pada ekonomi pedesaan, ketahanan pangan, dan transformasi energi hijau.

​Secara geopolitik, Lampung sadar betul posisinya sebagai “gerbang emas” penghubung Jawa dan Sumatra. Status ini dipandang sebagai modal krusial untuk mengembangkan pusat logistik raksasa dan industri pengolahan yang terintegrasi.

​Tentu, memikat investor tak cukup dengan janji potensi. Jihan menjamin adanya reformasi birokrasi, termasuk layanan perizinan digital, insentif fiskal, dan simplifikasi regulasi. “Investasi bukan sekadar soal modal, tapi juga tentang kepercayaan dan kemitraan jangka panjang,” tandasnya.

​Di atas kertas, 11 proyek investasi unggulan dipamerkan, mulai dari Kemiling Agripark, Bakauheni Harbour City, Floating Solar Power Plant, hingga PLTP Gunung Tiga.

​Forum ini pun langsung membuahkan hasil konkret. Sebuah Letter of Intent (LoI) diteken antara Pemprov Lampung dan PT. Bakrie Power, menandai keseriusan investasi di sektor energi baru terbarukan.

​Panggung LEIF 2025 juga diisi oleh para pemangku kepentingan utama, termasuk paparan dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kepala BI Perwakilan Lampung Bimo Epyanto, dan perwakilan Kementerian Investasi.

Forum ini adalah deklarasi kesiapan Lampung. Dengan kearifan lokal “Sakai Sambayan” (gotong royong) sebagai filosofi, Lampung bertaruh untuk menjadi motor penggerak baru ekonomi Sumatra, sekaligus kontributor penting dalam mewujudkan visi ambisius Indonesia Emas 2045. Pertanyaannya kini, seberapa cepat janji investasi ini beralih dari kertas ke eksekusi di lapangan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jauh dari Kota, Ibu di Lampung Barat Ini Sukses Buka BRILink Sendiri di Pasar Srengit
Karang Taruna Lampung dan OJK Luncurkan ‘Siger Taruna Preneur’, Targetkan Pembiayaan UMKM Rp30 Miliar
Bank Dunia Sebut Mayoritas Penduduk RI Miskin, Tembus 64,2 Persen, Kok Bisa Berbeda dengan Data BPS?
Dugaan Kredit Bermasalah Rp17,4 Triliun, Kejagung Didesak Periksa Dirut BRI
Prabowo Ungkap 8 Capaian Utama Reformasi BUMN: Tutup 290 Perusahaan, Laba tembus Rp326 triliun, Naik 75,3 Persen!
Gilak! Utang RI Tembus Rp 10.293 Triliun, Menkeu Malah Bandingkan dengan Singapura
Menkeu Purbaya Tambah Suntikan Dana SAL Rp 70 Triliun ke Himbara, BTN dan BSI Dapat Jatah
Luar Biasa! Defisit APBN Juni 2026 Capai Rp196,5 Triliun
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 01:39 WIB

Jauh dari Kota, Ibu di Lampung Barat Ini Sukses Buka BRILink Sendiri di Pasar Srengit

Kamis, 3 September 2026 - 10:33 WIB

Karang Taruna Lampung dan OJK Luncurkan ‘Siger Taruna Preneur’, Targetkan Pembiayaan UMKM Rp30 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 08:43 WIB

Bank Dunia Sebut Mayoritas Penduduk RI Miskin, Tembus 64,2 Persen, Kok Bisa Berbeda dengan Data BPS?

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Dugaan Kredit Bermasalah Rp17,4 Triliun, Kejagung Didesak Periksa Dirut BRI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Prabowo Ungkap 8 Capaian Utama Reformasi BUMN: Tutup 290 Perusahaan, Laba tembus Rp326 triliun, Naik 75,3 Persen!

Berita Terbaru