Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan komitmen seriusnya untuk membenahi kualitas pendidikan diwilayahnya.
Langkah ini dipandang Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sebagai fondasi utama pembangunan daerah dan kontribusi nyata Lampung menuju tercapainya visi Indonesia Emas 2045.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penegasan itu disampaikan Gubernur Mirza saat meninjau langsung pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) di SMA Negeri 9 dan SMA Negeri 5 Bandar Lampung, Sabtu (18/10).
UKG ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bagi para guru jenjang SMA, SMK, dan SLB.
Pelaksanaan UKG yang menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) ini melibatkan para tenaga pendidik dari 35 sekolah unggulan di Lampung, ditambah seluruh guru SMA, SMK, dan SLB negeri di Kota Bandar Lampung sebagai tahap awal pemetaan.
Gubernur Mirza menggarisbawahi bahwa program ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing di masa depan.
”Uji Kompetensi Guru ini bukan hanya alat evaluasi biasa. Ini adalah kebutuhan strategis untuk menjawab kompleksitas dan dinamika pendidikan masa kini dan mendatang,” ujar Mirza. “Kami harus memastikan guru-guru kita memiliki kompetensi mumpuni dalam mendidik dan membina generasi muda Lampung.”
Lebih lanjut, Gubernur Mirza menekankan posisi sentral guru sebagai ‘alat ungkit’ utama dalam menciptakan lulusan yang unggul dan kompetitif.
“Jika kita berkehendak meningkatkan kualitas siswa, maka titik berangkatnya haruslah dari para guru. Guru adalah instrumen utama dalam mencetak SDM unggul,” tegasnya.
“Oleh karena itu, melalui UKG ini, kami melakukan pemetaan awal guna mendapatkan data riil kondisi kompetensi guru di Provinsi Lampung,” lanjutnya.
Gubernur Mirza mengungkapkan, pelaksanaan UKG kali ini merupakan yang pertama kalinya setelah jeda sepuluh tahun, sejak terakhir digelar pada 2015.
Data terbaru dari hasil uji kompetensi ini, menurutnya, krusial untuk merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran dan berorientasi pada peningkatan kualitas.
”Kami berkomitmen penuh untuk terus mendongkrak kualitas guru di Lampung. Peningkatan kualitas guru secara otomatis akan berbanding lurus dengan terangkatnya kualitas peserta didik,” pungkasnya. (*)






