Caption : SDN 1 Talang Padang, Kabupaten Tanggamus.
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Proyek pembangunan dan renovasi gedung SDN 1 Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, yang dikerjakan oleh CV Lembah Indah kini tengah menjadi sorotan.
Proyek dengan estimasi biaya konstruksi fisik mencapai Rp1,884 miliar ini disorot terkait dugaan penggunaan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi dan nilai proyek. Selain itu, beredar pula isu liar mengenai adanya potongan fee anggaran proyek sebesar 20 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembangunan infrastruktur sekolah ini difokuskan pada pendirian tiga ruang kelas baru (RKB) dan satu ruang guru yang berukuran lebih besar. Namun, sebagian masyarakat menilai hasil pembangunan tersebut masih jauh di bawah ekspektasi untuk sebuah proyek bernilai miliaran rupiah.
Konsultan Proyek di Bandar Lampung, Cahyo Kumolo, memberikan pandangannya terkait ketidakwajaran anggaran tersebut. Menurutnya, untuk RKB dengan ukuran 5×8 meter atau seluas 40 meter persegi, biaya pembangunannya diestimasikan hanya mencapai Rp200 juta per ruangan.
“Secara keseluruhan, biaya konstruksi untuk ketiga ruang kelas dan satu ruang guru tersebut diperkirakan menelan dana sekitar Rp800 juta hingga Rp900 juta,” ungkap Cahyo pada Rabu (8/4).
Cahyo merinci bahwa harga borongan kasar untuk proyek semacam itu umumnya dipatok pada kisaran Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per meter persegi.
Harga tersebut sudah termasuk sistem pengerjaan menyeluruh (terima beres), yang meliputi pemasangan kusen, pintu, instalasi listrik, plafon, keramik, hingga saluran air.
Di sisi lain, total pagu anggaran yang disediakan untuk proyek SDN 1 Talang Padang ini disebut-sebut berada di angka Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar. Anggaran ini mencakup pengerjaan eksterior dan interior.
Khusus untuk pengadaan interior atau mebel, anggaran yang dibutuhkan untuk 30 pasang kursi dan meja per ruang kelas ditaksir sekitar Rp10 juta hingga Rp15 juta.
Mekanisme Pengerjaan dan Pembayaran
Mengenai linimasa pengerjaan, proyek pembangunan SDN 1 Talang Padang ini dipastikan telah rampung pada bulan Desember lalu. Saat ini, proyek berada dalam masa retensi atau pemeliharaan oleh pihak kontraktor selama enam bulan, yang diproyeksikan akan berakhir pada bulan Juni mendatang.
Berdasarkan informasi dari Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan Tanggamus, Mukhlisin, pengerjaan proyek ini memakan waktu sekitar empat hingga lima bulan. Pengerjaan awal diperkirakan mulai berjalan antara bulan Juli atau Agustus.
”Di bulan-bulan, kalau tidak salah itu Agustus atau Juli,” ujar salah satu pihak terkait saat mengonfirmasi waktu dimulainya proyek, mengingat pihak pelaksana di lapangan tidak dapat memastikan tanggal pasti dimulainya pengerjaan.
Terkait mekanisme pembiayaannya, sistem pembayaran kepada pihak pemborong dilakukan menggunakan skema termin atau bertahap. Persentase pembayarannya dibagi menjadi tiga tahap, yakni 20 persen, 40 persen, dan 40 persen.
Sebagai simulasi, apabila nilai proyek mencapai Rp2 miliar, maka pencairan pada termin pertama (20 persen) adalah sebesar Rp400 juta. (*)






