Caption : ist
Hariannarasi.com, Jakarta – Menteri Keuangan Republik Indonesia (RI) Purbaya Yudhi Sadewa, dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI mengkritik kinerja Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) terkait rendahnya penyerapan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga Agustus 2025, realisasi anggaran MBG baru mencapai sekitar Rp13,2 triliun atau 18,6% dari pagu awal sebesar Rp71 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika dibandingkan dengan pagu outlook yang mencapai Rp171 triliun, serapan anggaran ini bahkan terlihat lebih kecil dan jauh dari target yang diharapkan.
Purbaya menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas dari Kepala BGN dalam menjalankan program besar tersebut.
la menyarankan agar dilakukan konferensi pers setiap bulan untuk menjelaskan perkembangan penyerapan anggaran, termasuk kendala yang dihadapi.
“Jika realisasi penyerapan masih buruk, maka Kepala BGN harus berani menyampaikan langsung kepada publik agar masyarakat mengetahui kondisi sebenarnya, nanti saya akan dampingi disebelahnya,” jelas Menteri Keuangan ini dengan gaya khas koboinya, beberapa waktu lalu.
Kritik tersebut mencerminkan perhatian Purbaya terhadap efektivitas pengelolaan anggaran negara, terutama untuk program prioritas.
Ia menegaskan pentingnya pengawasan yang lebih ketat dan menolak hanya puas dengan laporan formal di atas kertas.
Dengan keterbukaan informasi dan pemantauan rutin, ia berharap penggunaan dana publik bisa lebih optimal serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat penerima manfaat. (*)






