Pansus Tataniaga Singkong DPRD Lampung : Stop Import Tapioka

- Editor

Kamis, 16 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Anggota Pansus Tata Niaga Singkong DPRD Lampung, Putra Jaya Umar mendesak pemerintah pusat untuk segera menutup keran impor tapioka yang dinilai merugikan petani singkong lokal.

Mereka menilai kebijakan impor yang terbuka secara umum menjadi salah satu penyebab turunnya harga tepung tapioka di pasar domestik

Umar menjelaskan bahwa produksi singkong dalam negeri memang belum mencukupi kebutuhan tapioka nasional yang sebenarnya tidak tinggi hanya sekitar 2,5jt ton.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun kekurangan tersebut selama ini dipenuhi melalui impor dari Thailand, kebijakan impor yang tidak terkendali justru membuat harga tapioka di dalam negeri anjlok.

“Harga tepung tapioka yang sebelumnya Rp6.800 kini turun menjadi Rp6.300. Penurunan ini sangat berdampak pada petani singkong karena harga singkong ikut merosot,” ujarnya, Selasa (16/1) ditemui di DPD Golkar Lampung.

Untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi petani lokal, Pansus Tata Niaga Singkong DPRD Lampung meminta Kementerian Pertanian dan kementerian terkait untuk menutup keran impor tapioka di seluruh Indonesia.

Sebagai solusi, mereka mengusulkan pemerintah mengambil langkah strategis untuk menangani kekurangan pasokan, misalnya melalui peran BUMN atau lembaga lain.

“Kami mendorong pemerintah mengelola kekurangan pasokan dengan mekanisme yang adil sehingga harga tetap stabil. Jika harga impor murah dan dijual di dalam negeri, seharusnya keuntungannya masuk ke kas negara, bukan justru merugikan petani kita,” tambah kader Golkar ini.

Selain itu, Umar juga meminta pemerintah fokus pada peningkatan produktivitas singkong di dalam negeri.

Salah satu caranya adalah melalui riset dan pengembangan bibit unggul yang mampu menghasilkan singkong dengan kadar pati tinggi sehingga menghasilkan tonase besar.

“Kementerian Pertanian harus melakukan penelitian serius untuk menciptakan bibit singkong unggul. Jika produktivitas petani meningkat, maka kita tidak perlu lagi bergantung pada impor,” tutupnya.(*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Belum Termasuk Dana Reses dan Operasional, Anggaran Gaji Wakil Rakyat Tembus Rp1,099 Triliun per Bulan!
Darah Pendiri Kembali Memimpin, Cicit Mbah Hasyim Asy’ari Resmi Jadi Ketum PBNU
Pesan Menohok Jokowi Soal Kekuasaan: Kalau Sakti, Jangan Suka Menjatuhkan!
Lanjutkan Estafet Kepemimpinan, KH Miftachul Akhyar Resmi Ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031
Cek Ombak Menuju 2029: Wacana Duet Gibran-KDM, Bayangi Prabowo?
Kericuhan dan ‘Adu Jotos’ Warnai Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Massa Tolak Aturan ‘Iddah’
Budi Arie Minta Maaf Terkait Video Viral Bersama Jokowi, Tegaskan Isu Pergantian Kekuasaan Murni Analisis Pribadi
Dedi Mulyadi Disebut Pindah ke PSI, Gerindra Jabar Sebut Hanya Rumor
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 01:18 WIB

Belum Termasuk Dana Reses dan Operasional, Anggaran Gaji Wakil Rakyat Tembus Rp1,099 Triliun per Bulan!

Senin, 31 Agustus 2026 - 03:26 WIB

Darah Pendiri Kembali Memimpin, Cicit Mbah Hasyim Asy’ari Resmi Jadi Ketum PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 01:59 WIB

Pesan Menohok Jokowi Soal Kekuasaan: Kalau Sakti, Jangan Suka Menjatuhkan!

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Lanjutkan Estafet Kepemimpinan, KH Miftachul Akhyar Resmi Ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Cek Ombak Menuju 2029: Wacana Duet Gibran-KDM, Bayangi Prabowo?

Berita Terbaru