Caption : Gubernur Lampung Arinal Junaidi memberikan Arahan Kepada Bupati dan Walikota Dalam Menghadapi El-Nino
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – El-Nino adalah perubahan cuaca global yang terjadi dikarenakan permukaan suhu di samudera Pasifik Tengah dan Timur menjadi lebih hangat. Dampak dari El-Nino mengakibatkan kekeringan di sebagian besar negara di dunia.
El-Nino yang terjadi saat ini rupanya tak membuat redam semangat pemerintah untuk menghadapi dampak badai tersebut, Terbukti, beberapa wilayah di Indonesia membuat program guna mengantisipasi terjadinya kekeringan dan gagal panen.
Khususnya wilayah Lampung, Gubernur Lampung Arinal Junaidi melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Bupati/Walikota se Lampung, di Gedung Mahan Agung, Selasa (19/9).
Arinal menjelaskan, untuk menghadapi dampak dari El-Nino ini pihaknya telah menargetkan tanam padi dengan luas area tanam 36.000 hektar yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung. Hal ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan pangan di Lampung.
“Untuk realisasi tanam sudah mencapai luas 24.718 hektar, dan Gernas seluas 881 Hektar. Jadi total luas tanam padi seluas 25.559 hektar untuk menghadapi El-Nino ini,” kata Arinal.
Untuk target tanam di bulan September ini, pemerintah daerah mencanangkan sebanyak 11.382 hektar dan Gernas seluas 11.904 hektar. Total keseluruhan tanam padi seluas 23.736 hektar dan untuk bulan Oktober Gernas ditarget seluas 4.274 hektar.
“Untuk menghadapi situasi El-Nino, Alhamdulillah Lampung sudah mulai turun hujan. Insha Allah Desember sudah bisa di panen,” jelas Arinal.
Untuk stok pangan sendiri, Lampung telah memiliki stok pangan sebanyak 36.000 ton. Baik kesiapan tanam maupun cadangan di Badan Umum Logistik (Bulog).
“Ini artinya kita dapat memenuhi kebutuhan pangan, dalam keadaan normal kita bisa penuhi kebutuhan pangan, dan dalam keadaan darurat kita bisa menghindari pemenuhan pangan dari luar Lampung,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Dalam Rakor tersebut Gubernur memberikan arahan kepada Bupati/Walikota untuk melakukan beberapa hal agar terhindar dari dampak elnino, diantaranya adalah dengan melakukan koordinasi secara intensif terhadap adanya kekurangan/ketersediaan air, serangan OPT.
Meningkatkan peran penyuluh/ POPT/ petugas lapangan dalam melakukan pengawalan, pendampingan dan pembinaan dalam menghadapi kondisi iklim saat ini serta berkoordinasi dengan aparat terkait.
Kemudian segera melakukan gelar pangan murah, meningkatkan koordinasi dan mengawasi pelaksanaan bantuan pangan yang dilakukan oleh BULOG, melakukan mitigasi terhadap daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan longsor, selain itu juga memerintahkan OPD terkait untuk berkoordinasi secara intensif dengan BPS Kabupaten/Kota terkait pencatatan data pertanian. (red)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT






