Konflik Pulau Rempang, Antara Kepentingan Pengusaha VS Rakyat?

- Editor

Minggu, 17 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Bentrok Warga Pulau Rempang Versus Polri Saat Unjuk Rasa Menolak Relokasi

Hariannarasi.com, Jakarta – Kisruh antara masyarakat Adat Melayu penghuni Pulau Rempang Versus Badan Pengusaha (BP) Batam terkait lahan yang akan dijadikan investasi oleh pengusaha Tomy Winata (TW) pemilik Artha Graha Network terus bergulir.

Pemerintah bahkan terkesan membela kepentingan investasi yang dilakukan TW di Rempang, terbukti dengan pengerahan ratusan polisi demi membubarkan aksi unjuk rasa oleh masyarakat Rempang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengembangan investasi ramah lingkungan atau Rempang Eco-City masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) dan melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (Kementerian Investasi) Bahlil Lahadalia telah sepakat untuk mengembangkan dan mempercepat pembangunan di lokasi tersebut.

Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas-HAM) menjelaskan, bahwa pihaknya meminta pemerintah agar menghentikan sementara pembangunan Rempang Eco-City, lantaran menjadi konflik antara masyarakat dengan pemerintah, hal itu dikarenakan masyarakat Rempang menolak untuk dilakukan relokasi.

“Terkait dengan relokasi ini, Komnas-HAM telah berkoordinasi dan pra-mediasi dengan BP Batam, Walikota, Gubernur dan Polda Kepulauan Riau. Posisi Kami memberikan pertimbangan lagi, tanpa menggusur warga Rempang,” jelas Prabianto Mukti Wibowo selaku Komisioner Komnas-HAM saat terjun langsung ke lokasi Rempang, Sabtu (17/9).

Artinya, kata Prabianto, agar pemerintah mempertimbangkan kembali pembangunan kawasan industri di Pulau Rempang ini. “Karena industri ini justruengancam masyarakat sekitar yang telah mendiami tempat itu secara turun-temurun,” kata dia.

Warga Rempang Tolak Relokasi

Pihaknya juga menyoroti soal penetapan tanggal pengosongan yakni di tanggal 28 September 2023, ia menilai persoalan pengosongan lahan ini akan sulit dilakukan mengingat menurut peraturan perundangan yang berlaku, masalah harus terselesaikan dengan pihak ketiga (masyarakat).

“Jadi untuk penerbitan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) oleh PT. MEG harus sudah selesai dengan pihak ketiga atau masyarakat. Disini, kami butuh waktu untuk melakukan mediasi pemerintah dengan masyarakat untuk mencari solusi,” ungkapnya.

Terkait dengan tindakan represif aparat kepolisian dan TNI ke masyarakat, ia meminta agar semua pihak menahan diri, bahkan ia telah menyurati pihak Gubernur Kep. Riau, BP Batam, Polda Kep. Riau dan  Kodam untuk menahan diri, harapan pihaknya surat itu dipenuhi dan akan memantau kondisi tersebut.

“Jika rekomendasi surat tersebut tidak dipenuhi maka kami akan melaporkan kepada presiden dan DPR-RI,” kata Prabianto.

* Tiga Menteri Gelar Rapat Tertutup Terkait Konflik Rempang

Rapat koordinasi tiga menteri di Hotel JW Marriott, Jakarta ini berlangsung tertutup selama 4 jam. Seusai rapat, pihak Kementerian Investasi Bahlil Lahadalia menjelaskan kepada rekan jurnalis dan mengadakan konferensi pers terkait hasil rapat tersebut.

“Kita melakukan rapat teknis terkait dinamika Investasi Pulau Rempang,” kata Bahlil Lahadalia, didampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Agraria Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) Jadi Tjahjanto, di Hotel JW Marriott, Jakarta, Minggu (17/9).

Ia menambahkan, bahwa sudah ada beberapa poin yang disepakati pada hasil rapat ini, antara lain membangun komunikasi masyarakat Rempang yang telah turun-temurun mendiami tempat tersebut, berkoordinasi dengan BP Batam dan Gubernur Kep. Riau, dan meminta pihak kepolisian agar soft dalam penanganan aksi di Rempang.

“Investasi ini sebenarnya untuk masyarakat, agar menyerap tenaga kerja dan menambah penghasilan serta meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Bahlil.

* Warga Rempang Panen Dukungan Berbagai Pihak.

Polemik yang terjadi di Pulau Rempang rupanya mendapat sorotan di masyarakat seluruh Indonesia, tak sedikit dari organisasi keagamaan, tokoh nasional, tokoh adat, warga di berbagai wilayah di Indonesia turut mendukung warga Rempang.

Berikut kelompok masyarakat atau organisasi yang mendukung warga Rempang :

1. PP Muhammadiyah

2. PBNU

3. Masyarakat Kepulauan Meranti

4. Solidaritas Galang Rempang Medan

5. Masyarakat Melayu Kalimantan Barat

6. Masyarakat Melayu Jambi. (Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

527 Siswa Papua Keracunan MBG, Guntur Romli Desak Proses Hukum Pengelola Dapur
Menyusul Surabaya, Mal Kota Kasablanka Jakarta Pasang Pagar Besi Lancip Setinggi 2,5 Meter
Prabowo Targetkan Kereta Api Trans Sumatera dan Kalimantan Dibangun Serentak
Dedi Mulyadi: Mayoritas Jaringan Begal di Jawa Barat Berasal dari Lampung
Dewan Pers Kritik Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’: Presiden Alergi Kritik
Tekan Angka Kriminalitas, Gubernur Jabar KDM Gelar Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp50 Juta
Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027, Ini Kolaborasi PWI dan Menko Pangan Zulhas
Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Ciamis dan Bandar Lampung Terkait Propaganda Medsos
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:21 WIB

527 Siswa Papua Keracunan MBG, Guntur Romli Desak Proses Hukum Pengelola Dapur

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:31 WIB

Menyusul Surabaya, Mal Kota Kasablanka Jakarta Pasang Pagar Besi Lancip Setinggi 2,5 Meter

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:10 WIB

Prabowo Targetkan Kereta Api Trans Sumatera dan Kalimantan Dibangun Serentak

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:32 WIB

Dedi Mulyadi: Mayoritas Jaringan Begal di Jawa Barat Berasal dari Lampung

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:49 WIB

Dewan Pers Kritik Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’: Presiden Alergi Kritik

Berita Terbaru