Caption : Ilustrasi Stok Beras Nasional
Hariannarasi.com, Jakarta – Harga kebutuhan pokok seperti beras makin menggila dan ugal-ugalan, bahkan menembus rekor selama beberapa dekade. Tak ayal membuat rakyat makin mengencangkan ikat pinggang dan berpikir ekstra untuk bertahan hidup ditengah harga kebutuhan yang terus naik.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP-IKAPPI) Abdullah Mansuri dalam keterangan persnya menjelaskan, bahwa sudah seharusnya pemerintah pusat melakukan upaya pencegahan agar tidak menjadi status darurat beras nasional.
“Ini beras sudah naik menjadi Rp 12.500/kg untuk medium, dan beras premium senilai Rp 14.500/kg. Kondisi ini menjadi yang terburuk untuk kenaikan harga beras, untuk itu IKAPPI mendorong agar ada upaya yang serius untuk pencegahan darurat beras,” kata Abdullah.
Pihaknya menilai bahwa kondisi ini cukup memprihatinkan, belum lagi tiap penggilingan beras yang sulit untuk mendapatkan suplai beras. Sedangkan, pemerintah selalu mengatakan untuk bersabar karena akan ada panen besar di bulan September.
“Sedangkan untuk fakta di lapangan banyak pedagang mengeluhkan harga dan suplai beras,” terang dia.
Ia juga meminta pemerintah khususnya presiden berperan aktif untuk stok beras nasional, sedangkan saat ini jumlah stok beras tidak cukup untuk 4 bulan kedepan. Bagaimanapun, beras merupakan kebutuhan wajib bagi masyarakat.
“Kami cepat dorong agar percepatan penguatan penanganan beras nasional, agar tidak ada kepanikan di tingkat masyarakat,” jelasnya. (red)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT






