Foto : Logo HIV/AIDS Dunia, Di Indonesia Sendiri Penderita mencapai setengah juta jiwa.
Hariannarasi.com, Jakarta – Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) makin bertambah jumlahnya di Indonesia, penyebarannya terkesan merata. Namun jika kita lihat lebih rinci, penyakit seksual menular ini terbanyak di derita di pulau Jawa.
Penyakit ini banyak ditemukan di kota besar, seperti Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Papua dan Bali. Bahkan jumlahnya mencapai puluhan ribu di tiap provinsi yang ada. Penderita pun berusia produktif, di dominasi rentang usia 25 – 40 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk penularan penyakit yang belum ada obatnya ini bisa melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik secara bersama-sama, proses persalinan dan menyusui serta transfusi darah.
Penyakit yang menyerang sistem imun tubuh ini belum ditemukan obatnya, yang ada saat ini hanya mengurangi dan melemahkan virusnya saja.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada Juli 2022 terdapat 520.000 jiwa penderita penyakit seksual menular ini atau disebut ODHA. Penyandang ini didominasi oleh kelompok heteroseksual sebanyak 28,6 persen dan kelompok LGBT sebanyak 17,8 persen.
Penyakit ini banyak diderita pria sebanyak 75 persen dan wanita sebanyak 25 persen, bahkan menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sebanyak 1.188 anak mengidap HIV.
Dokter dan dosen Universitas Negeri Surabaya dr. Niken Sashadara Sasmita menjelaskan, angka yang ada saat ini sangat mengkhawatirkan dan butuh upaya luar biasa untuk penanganan dan penghentian penyebarannya.
“Penyakit HIV-AIDS ini harus dilakukan upaya yang serius, penyakit ini menyebar di cairan tubuh manusia, yakni darah dan cairan pada alat kelamin,” jelas Dr. Niken.
Berikut data dari Kemenkes jumlah dan penyebaran HIV/AIDS di seluruh Indonesia :
1. Jakarta sebanyak 90.956 jiwa penderita
2. Jawa Timur sebanyak 78.238 jiwa
3. Jawa Barat sebanyak 57.246 jiwa menyebar merata di kabupaten dan kota
4. Jawa Tengah sebanyak 47.417 jiwa
5. Papua Sebanyak 45.638 jiwa
6. Bali sebanyak 28.376 jiwa
7. Sumatera Utara sebanyak 27.280 jiwa
8. Banten sebanyak 15.167 jiwa
9. Sulawesi Selatan sebanyak 14.810 jiwa
10. Kep. Riau sebanyak 13.000 jiwa
(Data dihimpun dari berbagai sumber)






