Caption : Pengangguran di Tiongkok meningkat tajam dan merajalela
Hariannarasi.com, Jakarta – Perkembangan ekonomi dunia terus mengalami penurunan yang tajam, bahkan beberapa negara maju mengalami defisit neraca perdagangan. Seperti China, sebelumnya sempat mengalami penurunan tajam di sektor perdagangan dan properti nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, saat ini pengangguran di China meningkat tajam dan bisa dikatakan makin merajalela. Data ini berdasarkan Biro Badan Statistik Nasional China yang merilis survei terbaru mereka.
Didapat pengangguran usia kisaran 16-25 tahun naik menjadi 21 persen, bahkan untuk tiap perkotaan yang berada di China tingkat pengangguran mencapai 5,3 persen di bulan Mei 2023.
Jubir Badan Statistik Nasional China Fu Linghui menjelaskan, bahwa beberapa prediksi perekonomian China jauh dibawah target yang ditetapkan yakni pada sektor ritel menurun kisaran menjadi 12,7 persen dari target yakni 13,6 persen.
“Perlambatan laju pertumbuhan ekonomi ini terjadi juga pada sektor industri, yang sebelumnya pemerintah menetapkan 3,6 persen hanya tercatat 3,5 persen,” jelas Fu Linghui seperti di rilis dari CNBC Internasional.
Seharusnya, pertumbuhan ekonomi menjadi penopang utamanya kata Fu. Namun ia optimistis untuk laju pertumbuhan dikuartal berikutnya.
“Diharapkan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua dapat lebih cepat dari kuartal pertama,” katanya.
Iya juga memperingatkan agar semua pihak dapat responsif dalam mengahadapi tantangan globalisasi dan tekanan internasional serta pasar domestik.
“Tekanan internasional dan tantangan domestik menjadi pemacu bagi kami, pemerintah telah menetapkan PDB sebesar 5 persen di tahun 2023,” kata dia.
Sebelumnya diketahui, Beijing hanya mengalami pertumbuhan ekonomi atau PDB sebesar 3 persen di tahun 2022, anjloknya ekonomi ini diakibatkan dari penguncian kota ekonomi Sanghai dari sebagian penanganan covid. (red)






