Foto : Kaesang Pangarep dan Istri Erina S Gudono
Hariannarasi.com, Jakarta – Banyak bisnis yang berawal dari ide dan kenekatan menjadi kesuksesan, namun tak sedikit juga yang mengalami kebangkrutan. Bahkan, jika tak bisa mengelolanya dengan baik, meski banyak bisnis yang dijalankan diberbagai bidangpun tak membuahkan hasil.
Seperti anak orang nomor satu di Indonesia ini, Kaesang Pangarep. Awalnya ia membuka bisnis kuliner bertema pisang yakni ‘Sang Pisang’ bisnis cukup moncer dan sempat sukses.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya ia sempat dihebohkan dengan berbagai pemberitaan di lini massa terkait pencalonan Walikota Depok, Kaesang digadang-gadang Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai Calon Walikota (Cawalkot) Depok untuk menggantikan walikota saat ini yang berasal dari PKS, Gubernur Jakarta dan Jawa Tengah.
Berikut beberapa bisnis Kaesang Pangarep yang gagal :
1. Hompimpa Games
Aplikasi ini merupakan wadah bagi para pengembang aplikasi di Indonesia untuk membuat games bermuatan lokal, berdiri sejak 2017 silam, fokus pada pembuatan board games dan card games.
Namun, bisnis ini tidak berkembang dan macet bahkan aplikasi dengan berbagai developer games ini tidak masuk di list aplikasi games Play Store.
2. Sang Javas
Kaesang juga sempat berbisnis di kaos lokal bermerk Sang Javas, berdiri Agustus 2017 dan sempat bergabung ke Truz brand kaos lokal.
Memiliki website Sangjavas.com dan market place di berbagai aplikasi, namun tidak aktif dan terlihat postingan terakhir pada Agustus 2020.
3. Siap Mas
Membentuk bersama sang kakak, Gibran Rakabuming Raka. Bisnis di bidang makanan dan minuman ringan ini berdiri pada tahun 2017.
Brand Siapmas ini menghasilkan produk makanan dan minuman seperti kemripik, pik kripik dan Ngedrink. Dipasarkan melalui minimarket ritel namun hingga kini tak berkembang.
4. Terna Kopi
Membuka bisnis di perkopian bersama kakaknya Gibran Rakabuming, sempat membuka outlet sebanyak 40 outlet yang tersebar di Indonesia.
Namun, kembali mengalami kebangkrutan, pasalnya pandemi covid kemarin (2020) membuat Terna Kopi tak bisa bertahan.
5. Madhang
Bisnis ini fokus pada wadah bagi para ibu rumah tangga (IRT) untuk bisa menghasilkan cuan meski tetap berada di dalam rumah. Bekerjasama dengan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, berdiri sejak tahun 2017.
Namun saat ini, aplikasi tersebut telah dinyatakan tutup, dari postingan terakhir, terlihat pada Februari 2017. Banyak para pengguna aplikasi itu mempertanyakan kelanjutan dari bisnis ini. (red)