Kenali Individu dengan IQ Dibawah Rata-rata, Ini Dia Ciri-cirinya!

- Editor

Sabtu, 21 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ilustrasi

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemahaman mengenai tingkat kecerdasan intelektual atau Intelligence Quotient (IQ) menjadi aspek penting dalam pemantauan perkembangan individu. 

Dikutip dari beberapa laporan pakar psikologis, terdapat 8 ciri utama yang umumnya ditunjukkan oleh seseorang dengan tingkat IQ yang cukup rendah atau dibawah rata-rata. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Identifikasi karakteristik ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat melakukan deteksi dini serta memberikan dukungan dan intervensi yang tepat bagi mereka yang membutuhkan.

Berdasarkan tinjauan kesehatan, berikut adalah 8 karakteristik yang sering dikaitkan dengan kondisi tersebut, antara lain: 

  1. Gangguan Berbicara, kesulitan dalam memulai percakapan atau mengalami hambatan dalam perkembangan kemampuan berbahasa.
  2. Masalah Memori, sulit untuk mengingat hal-hal sederhana atau informasi yang baru saja diterima.
  3. Kesulitan Memahami Aturan Sosial, hambatan dalam memahami norma-norma sosial atau konsekuensi dari sebuah tindakan.
  4. Kesulitan Berpikir Logis, terbatasnya kemampuan untuk memecahkan masalah sederhana atau berpikir secara runtut.
  5. Hambatan Belajar, membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk mempelajari keterampilan tertentu.
  6. Kurangnya Kemampuan Adaptasi, seperti kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan situasi baru atau perubahan lingkungan.
  7. Kontrol Emosi yang Rendah, cenderung mudah frustrasi atau menunjukkan reaksi emosional yang meledak-ledak karena keterbatasan kemampuan untuk komunikasi.
  8. Kurangnya Rasa Ingin Tahu, hal ini bisa menunjukkan minat yang terbatas terhadap lingkungan sekitar atau kurangnya inisiatif untuk bereksplorasi.

Para pakar menekankan, diagnosis tingkat IQ rendah tidak bisa dilakukan secara sembarangan, melainkan harus melalui serangkaian tes formal oleh psikolog atau tenaga profesional.

Langkah ini krusial untuk menentukan apakah seseorang memerlukan pendidikan khusus atau terapi pendukung lainnya guna meningkatkan kualitas hidup mereka ditengah masyarakat. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pangkas Perjalanan 8 Jam, Intip Deretan Fasilitas Canggih RSUD M Thohir Krui yang Diresmikan Prabowo
Ratusan Penderita HIV di Pringsewu Belum Terdeteksi, Dinkes Lampung Minta Warga Tak Takut Tes!
Jamin BPJS Kesehatan Warga di 2026, Pemprov Lampung Anggarkan Rp125 Miliar!
Kasus HIV di Lampung Tembus 6.696 Orang, DPRD Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret!
Wajib Tahu Sebelum ke Rumah Sakit! Ini 21 Penyakit yang Tak Lagi Dicover BPJS Mei 2026
Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus di Malang, Targetkan Beroperasi Akhir 2027
Bikin Ngelus Dada! Layanan RSUD Ryacudu Amburadul, Antrean Digital Zonk dan Kantong Obat Pun Tak Ada!
Wali Kota Eva dan Wagub Jihan Dampingi Wamenkes Tinjau Puskesmas Way Halim 2, Tekankan Pelacakan Kontak Erat Pasien TB
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:44 WIB

Pangkas Perjalanan 8 Jam, Intip Deretan Fasilitas Canggih RSUD M Thohir Krui yang Diresmikan Prabowo

Senin, 1 Juni 2026 - 16:44 WIB

Ratusan Penderita HIV di Pringsewu Belum Terdeteksi, Dinkes Lampung Minta Warga Tak Takut Tes!

Senin, 18 Mei 2026 - 16:00 WIB

Jamin BPJS Kesehatan Warga di 2026, Pemprov Lampung Anggarkan Rp125 Miliar!

Jumat, 8 Mei 2026 - 04:52 WIB

Kasus HIV di Lampung Tembus 6.696 Orang, DPRD Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:30 WIB

Wajib Tahu Sebelum ke Rumah Sakit! Ini 21 Penyakit yang Tak Lagi Dicover BPJS Mei 2026

Berita Terbaru