Putra Jaya Umar: Negara Tidak Boleh Kalah oleh Korporasi dalam Sengketa Lahan

- Editor

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Putra Jaya Umar, menegaskan bahwa negara harus hadir dan tidak boleh kalah oleh kekuatan korporasi dalam menangani konflik agraria.

Hal tersebut disampaikannya menanggapi maraknya perselisihan lahan antara masyarakat dengan perusahaan besar di wilayah Lampung, Kamis (22/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Putra Jaya Umar menekankan bahwa pemerintah dan aparat penegak hukum wajib berpihak pada keadilan serta aturan yang berlaku, terutama saat hak-hak rakyat kecil berbenturan dengan kepentingan perusahaan.

Legislator asal Fraksi PDIP ini menyatakan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil tanpa memandang kekuatan finansial sebuah korporasi. Negara memiliki otoritas penuh untuk mengatur dan mengevaluasi izin perusahaan yang bermasalah.

DPRD meminta instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan yang terindikasi mencaplok lahan milik warga atau melanggar batas wilayah konsesi.

Putra menyoroti bahwa konflik lahan yang berlarut-larut merugikan ekonomi kerakyatan dan stabilitas keamanan di daerah.

Ia mendesak pemerintah daerah dan pusat untuk segera melakukan verifikasi faktual di lapangan agar sengketa tidak terus berulang setiap tahunnya.

“Negara harus menunjukkan wibawanya. Jangan sampai masyarakat merasa dibiarkan berjuang sendiri melawan korporasi. Jika perusahaan melanggar aturan, harus ada tindakan tegas hingga pencabutan izin,” ujar Putra Jaya Umar.

Pernyataan ini muncul menyusul banyaknya laporan masyarakat ke DPRD Provinsi Lampung terkait klaim lahan sepihak oleh perusahaan yang memicu ketegangan di beberapa kabupaten.

DPRD berkomitmen untuk terus mengawal kasus-kasus sengketa lahan ini melalui fungsi pengawasan dan mediasi lintas sektoral. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Putra Purbaya Buka Suara Usai Sang Ayah Dicopot: Kerja Nonstop, Ngurusin Bawahan Korup!
AHY Sentil Perebutan Kekuasaan: Boleh Bersaing Sengit, Tapi Keutuhan di Atas Segalanya!
Hasyim Sebut Prabowo Tak Bisa Dikalahkan, Cuma Partai dan Tokoh Ini yang Bisa Mengimbangi!
Belum Termasuk Dana Reses dan Operasional, Anggaran Gaji Wakil Rakyat Tembus Rp1,099 Triliun per Bulan!
Darah Pendiri Kembali Memimpin, Cicit Mbah Hasyim Asy’ari Resmi Jadi Ketum PBNU
Pesan Menohok Jokowi Soal Kekuasaan: Kalau Sakti, Jangan Suka Menjatuhkan!
Lanjutkan Estafet Kepemimpinan, KH Miftachul Akhyar Resmi Ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031
Cek Ombak Menuju 2029: Wacana Duet Gibran-KDM, Bayangi Prabowo?
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 04:01 WIB

Putra Purbaya Buka Suara Usai Sang Ayah Dicopot: Kerja Nonstop, Ngurusin Bawahan Korup!

Kamis, 10 September 2026 - 12:26 WIB

AHY Sentil Perebutan Kekuasaan: Boleh Bersaing Sengit, Tapi Keutuhan di Atas Segalanya!

Jumat, 4 September 2026 - 13:52 WIB

Hasyim Sebut Prabowo Tak Bisa Dikalahkan, Cuma Partai dan Tokoh Ini yang Bisa Mengimbangi!

Rabu, 2 September 2026 - 01:18 WIB

Belum Termasuk Dana Reses dan Operasional, Anggaran Gaji Wakil Rakyat Tembus Rp1,099 Triliun per Bulan!

Senin, 31 Agustus 2026 - 03:26 WIB

Darah Pendiri Kembali Memimpin, Cicit Mbah Hasyim Asy’ari Resmi Jadi Ketum PBNU

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Keciduk di Hotel Bandar Lampung, Oknum TNI Yon TP 848 Gasak Istri Teman!

Selasa, 15 Sep 2026 - 16:00 WIB