Menakar Transparansi Dibalik Melimpahnya Kuota Pupuk Lampung 2026, Capai 710.711 ton!

- Editor

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Melimpahnya alokasi pupuk bersubsidi untuk Provinsi Lampung pada tahun anggaran 2026 menjadi angin segar sekaligus tantangan baru bagi pengawasan di lapangan.  

Tak tanggung-tanggung, pemerintah pusat menggelontorkan kuota sebesar 710.711 ton untuk memastikan denyut nadi sektor pertanian di Sang Bumi Ruwa Jurai tetap terjaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Namun, besarnya angka tersebut dinilai tidak akan berarti banyak tanpa dibarengi dengan transparansi harga di tingkat akar rumput.

Berdasarkan data yang dihimpun, distribusi pupuk subsidi tahun ini dirancang lebih spesifik untuk menyasar kebutuhan berbagai komoditas unggulan daerah.

Komposisinya mencakup, Urea 309.110 ton, NPK 387.830 ton, NPK Khusus Kakao 7.495 ton, Pupuk Organik 5.994 ton dan ZA 282 ton

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Basuki, meyakini bahwa dengan postur alokasi tersebut, ancaman kelangkaan pupuk yang kerap menghantui petani seharusnya bisa diredam.

“Kebijakan pusat yang meningkatkan kuota ini adalah jawaban atas kebutuhan riil petani kita. Secara kalkulasi, ini sudah mencukupi,” ujar pria yang akrab disapa Abas ini saat ditemui di sela kegiatannya, Selasa (3/2).

Ada Celah di Tingkat Kios

Kendati stok melimpah, Abas memberikan catatan kritis. Baginya, persoalan pupuk bukan sekadar soal ketersediaan barang (supply), melainkan juga soal integritas harga di tingkat kios.

DPRD Provinsi Lampung kini menaruh atensi khusus pada praktik-praktik di lapangan yang berpotensi merugikan petani.

“Kami tidak ingin petani hanya mendengar kabar stok aman, tapi saat membeli, harganya justru dimainkan. Transparansi harga di setiap kios adalah harga mati,” tegas Abas.

Selain dukungan dari pusat, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyuntikkan dukungan melalui alokasi Pupuk Organik Cair (POC) sebagai stimulus tambahan untuk menjaga produktivitas lahan.

Kini, bola panas ada di tangan instansi terkait dan pengawas lapangan. Tantangannya jelas: memastikan 710 ribu ton pupuk tersebut sampai ke tangan yang berhak dengan harga yang sesuai ketetapan pemerintah, tanpa ada “biaya siluman” yang mencekik leher petani. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

147 Siwa dan 25 Guru SMAN 6 Keracunan Massal, Dapur MBG Way Lunik Ditutup Sementara!
Tok! Belasan Pejabat Pringsewu Kena Rolling Hari Ini, Cek Daftar Namanya di Sini!
Viral Kabar Kapal Pengebom Ikan Beraksi di Tanggamus, Polisi Sisir Bersih Teluk Semaka!
Kasus TBC di Lampung Tembus 30 Ribu! Wagub Jihan Nurlela Gandeng Ahli Paru
Kabar Baik Buat Emak-Emak Lampung! 5 Program Baru Ini Siap Jaga Anak dari Stunting
Perkuat Tata Niaga Singkong, Wagub Lampung Dorong Standarisasi Pengukuran Kadar Pati ke Wamendag
Sempat Berhenti Hindari APH, Gudang Pengolahan BBM Ilegal di Pesawaran Diduga Kembali Beroperasi!
BPOM Akan Bangun UPT di Tanggamus, Pemkab Siapkan Lahan 6.600 Meter Persegi
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 05:08 WIB

147 Siwa dan 25 Guru SMAN 6 Keracunan Massal, Dapur MBG Way Lunik Ditutup Sementara!

Jumat, 24 April 2026 - 16:59 WIB

Tok! Belasan Pejabat Pringsewu Kena Rolling Hari Ini, Cek Daftar Namanya di Sini!

Jumat, 24 April 2026 - 12:36 WIB

Viral Kabar Kapal Pengebom Ikan Beraksi di Tanggamus, Polisi Sisir Bersih Teluk Semaka!

Jumat, 24 April 2026 - 12:17 WIB

Kasus TBC di Lampung Tembus 30 Ribu! Wagub Jihan Nurlela Gandeng Ahli Paru

Jumat, 24 April 2026 - 12:00 WIB

Kabar Baik Buat Emak-Emak Lampung! 5 Program Baru Ini Siap Jaga Anak dari Stunting

Berita Terbaru