Caption : ist
Hariannarasi.com, Lampung Timur – Operasional Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Surya Mataram, Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur, resmi dihentikan sementara.
Keputusan ini diambil menyusul insiden ratusan siswa dan santri yang mengalami mual serta sakit perut usai mengonsumsi paket makanan dari dapur tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SPPG Surya Mataram, Rizqi Nanda, mengonfirmasi penghentian aktivitas distribusi tersebut pada Kamis (29/1). Ia menyatakan bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung sembari menunggu hasil investigasi kesehatan.
”Mulai besok (Jumat), pendistribusian MBG dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan. Kami akan melakukan evaluasi terkait kejadian ini sembari menunggu hasil laboratorium dari Dinas Kesehatan keluar,” ujar Rizqi.
Saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Forkopimcam setempat telah melakukan mitigasi dan mengambil sampel makanan untuk uji laboratorium. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat.
Menu dan Skala Distribusi
Rizqi menjelaskan, paket MBG yang didistribusikan pada Rabu (28/1/2026) terdiri dari nasi putih, ayam suwir daun jeruk, tahu goreng, sayur buncis wortel, dan buah jeruk.
Paket tersebut disalurkan kepada lebih dari 3.000 penerima yang mencakup siswa tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA, santri pondok pesantren, hingga ibu hamil.
Rizqi mengklaim bahwa seluruh bahan makanan diolah dalam kondisi segar di dapur dan didistribusikan mulai pagi hari hingga pukul 10.00 WIB.
Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh jika ditemukan adanya kesalahan prosedur dalam pengolahan makanan yang berakibat fatal bagi penerima.
Sebelumnya dilaporkan, ratusan siswa sekolah dan santri di Kecamatan Marga Tiga diduga mengalami keracunan massal pasca menyantap menu MBG.
Sejumlah korban dilaporkan harus menjalani perawatan intensif di klinik kesehatan setempat akibat gejala mual dan nyeri perut yang dialami. (*)






