Konservasi TNBBS di Ujung Tanduk: Luas Capai 313 Ribu Hektar, Petugas Patroli Hanya 60-an Orang!

- Editor

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Tanggamus – Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) menjadi garda terdepan dalam merespons isu nasional pembalakan liar, menghadapi tantangan berat di tengah keterbatasan personel dan luasnya kawasan. 

Dalam wawancara eksklusif dengan Wakil Humas TNBBS Derri, terungkap strategi konservasi yang diterapkan, termasuk sistem patroli, dukungan anggaran, dan dinamika sumber daya manusia di lapangan. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini dipicu isu sensitif mengenai penebangan hutan secara ilegal ini menegaskan komitmen TNBBS untuk menjalankan Patroli Smart sebagai agenda rutin yang didanai melalui DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran).

​Kawasan konservasi TNBBS membentang sangat luas, mencakup empat kabupaten di dua provinsi, yakni Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus, serta Kaur (Bengkulu). Total luasan area ini mencapai sekitar 313.000 hektar.

​Untuk mengelola wilayah seluas itu, struktur organisasi TNBBS terbagi menjadi dua bidang, empat seksi, dan 17 resort di lapangan.

Sistem Patroli Tetap yakni Patroli pengamanan rutin dilakukan sebulan sekali, dengan durasi kerja intensif selama 10 hari di dalam hutan.

“Kolaborasi Internasional, dengan upaya ini diperkuat dengan adanya dukungan mitra, seperti LSM internasional WCS (Wildlife Conservation Society), yang ikut turun berdasarkan laporan atau pengajuan,” jelas Wakil Humas TNBBS Derri, Rabu (10/12).

Caption : Wakil Kepala Humas TNBBS Derri

​Aktivitas patroli tidak hanya berfokus pada pencegahan pembalakan, tetapi juga mengungkap praktik perburuan liar yang mengancam satwa. Petugas secara konsisten menemukan jerat-jerat yang dipasang pemburu.

​”Temuan ini umumnya menargetkan satwa untuk konsumsi, seperti rusa, dan bukan hewan berbobot besar seperti harimau atau gajah. Laporan dari masyarakat pun turut memicu pergerakan petugas, terutama dalam kasus konflik, seperti penemuan jejak harimau yang memerlukan tindak lanjut cepat,” kata dia.

​Untuk efisiensi operasional, petugas menggunakan aplikasi khusus guna mendokumentasikan temuan seperti jerat, tapak satwa, atau kegiatan lain di lapangan.

Kesenjangan Sumber Daya Manusia

Derri juga menambahkan, bahwa tantangan konservasi di TNBBS semakin rumit dengan adanya ketidakseimbangan antara luas kawasan dengan jumlah personel pengamanan.

“Total Staf TNBBS memiliki total 128 staf, yang meliputi fungsional seperti Polisi Kehutanan (Polhut), Penyuluh, dan Analis Sistem Hutan,” ujarnya.

Keterbatasan di Lapangan, dari jumlah tersebut, diperkirakan hanya sekitar 60 orang (setengahnya) yang aktif di resort untuk patroli pengamanan, sementara sisanya mengisi fungsi administratif. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Menyusul Surabaya, Mal Kota Kasablanka Jakarta Pasang Pagar Besi Lancip Setinggi 2,5 Meter
Prabowo Targetkan Kereta Api Trans Sumatera dan Kalimantan Dibangun Serentak
Dedi Mulyadi: Mayoritas Jaringan Begal di Jawa Barat Berasal dari Lampung
Dewan Pers Kritik Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’: Presiden Alergi Kritik
Tekan Angka Kriminalitas, Gubernur Jabar KDM Gelar Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp50 Juta
Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027, Ini Kolaborasi PWI dan Menko Pangan Zulhas
Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Ciamis dan Bandar Lampung Terkait Propaganda Medsos
Buntut Ucapan “Lu Punya Otak Nggak?”, Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:31 WIB

Menyusul Surabaya, Mal Kota Kasablanka Jakarta Pasang Pagar Besi Lancip Setinggi 2,5 Meter

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:10 WIB

Prabowo Targetkan Kereta Api Trans Sumatera dan Kalimantan Dibangun Serentak

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:32 WIB

Dedi Mulyadi: Mayoritas Jaringan Begal di Jawa Barat Berasal dari Lampung

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:49 WIB

Dewan Pers Kritik Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’: Presiden Alergi Kritik

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:49 WIB

Tekan Angka Kriminalitas, Gubernur Jabar KDM Gelar Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp50 Juta

Berita Terbaru