Gerebek Besar di Pesawaran: 401 Polisi Datang Bandar Hilang? 6 Pelajar Malah Diamankan

- Editor

Sabtu, 7 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Pesawaran – Sebanyak 401 personel gabungan menggerebek sejumlah lokasi yang diduga menjadi sarang narkoba di Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (7/11/2026).

Operasi berlangsung sekitar empat jam, namun tidak ada bandar narkoba yang berhasil ditangkap karena para terduga tidak berada di lokasi saat penyisiran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi melibatkan Polda Lampung, Polres Pesawaran, Polresta Bandar Lampung, dan BNNP Lampung. Apel kesiapsiagaan dipimpin Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol M. Anggi Naulifar Siregar, didampingi Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Dodi Suryadin dan Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha.

Dari total personel tersebut, Satuan Brimob Polda Lampung mengerahkan 100 personel untuk mendukung Direktorat Reserse Narkoba.

Personel gabungan yang terdiri dari Detasemen Gegana, Batalyon A Pelopor, dan Intel Satbrimob bergerak menuju lokasi dengan perlengkapan taktis lengkap di bawah komando Danden Gegana Kompol Dr Moch Sonep.

Petugas menyisir rumah, gubuk, kandang ayam, dan rumah kontrakan di Desa Kejadian, Desa Gunung Sugih Baru, serta Desa Negara Ratu Wates.

Penyisiran terpusat di Desa Gunung Sugih Baru dan Desa Kejadian, dua lokasi yang diduga menjadi pusat peredaran gelap narkotika.

Di sejumlah titik, petugas menemukan tenda darurat yang diduga sengaja didirikan dan digunakan sebagai lokasi penyalahgunaan narkotika.

Dari penyisiran itu, petugas menyita belasan unit alat isap sabu atau bong, puluhan telepon genggam, puluhan bundel plastik klip, tiga timbangan digital, enam bilah senjata tajam, satu unit airsoft gun, dan dua butir selongsong amunisi.

Barang bukti lain yang diamankan meliputi kaca pirek, plastik klip bekas pakai, buku catatan, laptop, serta dua paket berisi kristal putih yang diduga sabu.

Di salah satu kandang ayam, petugas menemukan tiga alat isap sabu dan satu plastik klip berisi kristal putih yang diduga sabu.

Di sebuah gubuk yang dikaitkan dengan seseorang bernama Nando, polisi menemukan plastik klip berisi kristal putih yang diduga sabu, timbangan digital, alat isap, telepon seluler, serta sejumlah pipet.

Petugas juga menemukan senjata tajam berupa pedang, golok, badik, dan celurit, benda menyerupai senjata api berbentuk korek, serta satu selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter. Seluruh barang diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan enam orang di sekitar lokasi yang dicurigai. Keenamnya berinisial AAS (14), RD (17), MD (15), RM (17), BP (17), dan AR (14). Empat orang pertama merupakan warga Desa Kejadian, BP warga Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng, dan AR warga Desa Mandah, Kecamatan Natar.

Keenamnya berusia 14 hingga 17 tahun dan seluruhnya berstatus pelajar. Mereka dibawa ke Mako Polres Pesawaran untuk pemeriksaan dan tes urine.

Hasilnya, seluruhnya dinyatakan negatif narkoba. Setelah pendataan, mereka diserahkan kepada keluarga masing-masing. Karena masih di bawah umur, identitas lengkap mereka tidak dipublikasikan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Kombes Pol Dodi Suryadin menegaskan pengejaran terhadap para bandar yang tidak ditemukan saat operasi akan terus dilakukan.

“Untuk bandar-bandar yang saat ini kami cari tetapi tidak berada di tempat ketika operasi berlangsung, pasti akan kami kejar. Kami tidak akan sungkan mengambil tindakan tegas terhadap bandar narkoba,” ujar Dodi.

Dodi mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari program prioritas Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau Commander Wish untuk menanggulangi penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika sekaligus menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

“Memang dalam kegiatan hari ini kami menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya alat isap, senjata tajam, sabu yang diduga narkotika, timbangan digital, dan beberapa telepon seluler,” kata Dodi.

Ia mengajak masyarakat segera melapor apabila menemukan aktivitas peredaran narkoba di lingkungannya.

Menurut dia, informasi warga dibutuhkan untuk mengidentifikasi lokasi dan pihak-pihak yang diduga terlibat, karena pemberantasan narkoba harus dilakukan bersama-sama agar tidak merusak masa depan generasi muda. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dibuang di Pinggir Jalan, Bayi Perempuan Masih Bertali Pusar Ditemukan Warga Pesawaran
Berbulan-bulan Diburu, Dua Curanmor Spesialis Parkiran Hotel di Bandar Lampung Akhirnya Diringkus!
Ratusan Personel Brimob Serbu Gunung Sugih Baru dan Kampung Kejadian, Sarang Narkoba di Pesawaran Diobrak-abrik!
Cicilan Macet, 5 Bus Jaminan Malah Dijual Rp5,78 Miliar, Polda Lampung Turun Tangan!
Tambang Batu Ilegal di Way Ratai Digerebek, 2 Excavator Disita dan Lokasi Disegel!
Kabel Pompa Air Dicuri, Pabrik Nanas GGP PG4 Berhenti Total, Polisi Ciduk 4 Pekerja di Lampung Timur
Lagi Hunting Cari Mangsa, Polisi Tembak Residivis Curanmor di Tanggamus
Dari Petani Menjadi Pemilik Dua Pabrik Beras! Ini Kisah Sumarno dari Candipuro Lamsel
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 14:46 WIB

Gerebek Besar di Pesawaran: 401 Polisi Datang Bandar Hilang? 6 Pelajar Malah Diamankan

Sabtu, 7 November 2026 - 10:49 WIB

Dibuang di Pinggir Jalan, Bayi Perempuan Masih Bertali Pusar Ditemukan Warga Pesawaran

Sabtu, 7 November 2026 - 10:46 WIB

Berbulan-bulan Diburu, Dua Curanmor Spesialis Parkiran Hotel di Bandar Lampung Akhirnya Diringkus!

Sabtu, 7 November 2026 - 08:21 WIB

Ratusan Personel Brimob Serbu Gunung Sugih Baru dan Kampung Kejadian, Sarang Narkoba di Pesawaran Diobrak-abrik!

Sabtu, 7 November 2026 - 06:26 WIB

Cicilan Macet, 5 Bus Jaminan Malah Dijual Rp5,78 Miliar, Polda Lampung Turun Tangan!

Berita Terbaru