Hujan Turun di Way Kambas, Petugas Karhutla Sujud Syukur

- Editor

Kamis, 29 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Lampung Timur – Seorang petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, bersujud syukur saat hujan turun di kawasan yang terbakar.

Momen tersebut terekam dalam video, Rabu (28/10/2026). Dalam rekaman, petugas tampak bersujud di tengah kawasan bekas kebakaran sambil mengucapkan rasa syukur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah ya Allah, akhirnya hujan,” ucap petugas dalam video tersebut.

“Ya Tuhan terima kasih. Hujan juga. Akhirnya besok kita pulang. Terima kasih Tuhan-ku,” lanjutnya.

Hujan turun setelah petugas berjibaku memadamkan api di kawasan konservasi. Meski hujan membawa harapan, ancaman karhutla belum sepenuhnya berakhir.

Petugas gabungan masih melakukan patroli dan deteksi dini untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang dapat memicu titik api baru.

Fitriandi mengatakan hujan mengguyur wilayah Susukan Baru dan sekitarnya. Di kawasan Resort Cabang, hujan berlangsung sejak Selasa malam hingga Rabu siang.

“Alhamdulillah, kondisi terkini api tidak terlihat. Namun, rekan-rekan masih terus melakukan patroli dan deteksi dini untuk mencari bara yang mungkin masih menyala,” kata Riri, Rabu (28/10/2026).

Rangkaian kebakaran di TNWK terjadi sejak Sabtu (24/10/2026). Api membakar Grid 16L di wilayah Resort Susukan Baru dan Resort Rawa Bunder. Pada sore harinya, titik api baru muncul di Grid 16K atau kawasan Rawa Harjo.

Kebakaran di kedua lokasi itu dilaporkan padam keesokan harinya dengan bantuan hujan. Namun pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 15.01 WIB, petugas kembali menerima laporan asap.

Tim gabungan bergerak ke lokasi dan menangani api dalam waktu kurang dari satu setengah jam. Petugas masih menemukan ranting menyala dan bara yang harus didinginkan untuk mencegah api kembali berkobar. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Anggaran Makan Napi Rutan Sukadana Diduga Dikorupsi, Pengawasan Kanwil Ditjenpas Lampung Dinilai Mandul!
Razia Operasi Patuh Krakatau 2026, Satlantas Polres Tanggamus Jaring 134 Pelanggar!
Gegara Tak Terima Anak Dinasehati, Pria Bawa Golok Ancam Warga di Bukit Kemuning Diciduk Polisi!
225 Sekolah Jadi Sampel! BPK Periksa Pengelolaan Dana BOSP Lampung Selatan
Polisi Sita 8.400 Liter Solar Subsidi di Katibung, Tiga Orang Jadi Tersangka!
Momen Langka! Induk Harimau Sumatera dan Tiga Anaknya Terekam saat Makan di TN Way Kambas
76 Kali Gempa Guncang Tanggamus dalam 2 Hari, BMKG Catat Magnitudo Tertinggi Tembus 4,7!
Mobil Grandmax Digelapkan lalu Digadaikan, Dua Pelaku Diringkus Polsek Padang Cermin, Korban Rugi Rp60 Juta!
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Anggaran Makan Napi Rutan Sukadana Diduga Dikorupsi, Pengawasan Kanwil Ditjenpas Lampung Dinilai Mandul!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Razia Operasi Patuh Krakatau 2026, Satlantas Polres Tanggamus Jaring 134 Pelanggar!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Gegara Tak Terima Anak Dinasehati, Pria Bawa Golok Ancam Warga di Bukit Kemuning Diciduk Polisi!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:25 WIB

225 Sekolah Jadi Sampel! BPK Periksa Pengelolaan Dana BOSP Lampung Selatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Polisi Sita 8.400 Liter Solar Subsidi di Katibung, Tiga Orang Jadi Tersangka!

Berita Terbaru