Momen Langka! Induk Harimau Sumatera dan Tiga Anaknya Terekam saat Makan di TN Way Kambas

- Editor

Kamis, 29 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Lampung Timur – Seekor induk harimau Sumatera bersama tiga anaknya kembali muncul di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, pada Oktober 2026.

Momen langka tersebut terekam kamera jebak saat satwa dilindungi itu minum dari bak penampung air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemunculan ini tercatat setahun setelah pertama kali terekam kamera jebak pada April 2025. Jika sebelumnya hanya terpantau keberadaannya, kali ini induk dan tiga anaknya terlihat jelas memanfaatkan bak penampung air yang disediakan petugas.

Data kemunculan tersebut dihimpun dari hasil monitoring kamera jebak yang dipasang petugas Balai TNWK bersama mitra konservasi di sejumlah titik habitat harimau Sumatera.

Terekam Minum dari Bak Penampung di Tengah Musim Kering

Dalam rekaman terbaru, induk harimau Sumatera dengan tiga anaknya terlihat mendekati dan minum dari bak penampung air buatan.

Bak tersebut merupakan bagian dari upaya intervensi petugas dan mitra konservasi untuk membantu satwa liar memenuhi kebutuhan air.

Upaya penyediaan air dilakukan di tengah kondisi musim kering dan ancaman El Niño yang menyebabkan sejumlah sumber air alami di dalam kawasan hutan menyusut.

Petugas menilai keberadaan bak air menjadi vital untuk memastikan satwa tetap bertahan di habitatnya tanpa harus keluar kawasan hutan untuk mencari air.

Indikator Keberhasilan Penjagaan Habitat

Kembalinya induk dan tiga anak harimau Sumatera dalam kondisi sehat dinilai sebagai indikator positif bagi upaya pelestarian di TNWK. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan satwa kritis yang dilindungi dan masuk kategori Critically Endangered.

TNWK sendiri merupakan salah satu benteng terakhir habitat harimau Sumatera di ujung tenggara Pulau Sumatera. Keberlangsungan hidup induk dan anaknya bergantung pada terjaganya tutupan hutan, ketersediaan mangsa, dan terpenuhinya kebutuhan dasar seperti air.

Momen ini menjadi pengingat bahwa perlindungan satwa langka tidak hanya soal pengamanan dari perburuan, tetapi juga memastikan habitat dan kebutuhan dasarnya tetap terpenuhi. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Anggaran Makan Napi Rutan Sukadana Diduga Dikorupsi, Pengawasan Kanwil Ditjenpas Lampung Dinilai Mandul!
Razia Operasi Patuh Krakatau 2026, Satlantas Polres Tanggamus Jaring 134 Pelanggar!
Gegara Tak Terima Anak Dinasehati, Pria Bawa Golok Ancam Warga di Bukit Kemuning Diciduk Polisi!
225 Sekolah Jadi Sampel! BPK Periksa Pengelolaan Dana BOSP Lampung Selatan
Hujan Turun di Way Kambas, Petugas Karhutla Sujud Syukur
Polisi Sita 8.400 Liter Solar Subsidi di Katibung, Tiga Orang Jadi Tersangka!
76 Kali Gempa Guncang Tanggamus dalam 2 Hari, BMKG Catat Magnitudo Tertinggi Tembus 4,7!
Mobil Grandmax Digelapkan lalu Digadaikan, Dua Pelaku Diringkus Polsek Padang Cermin, Korban Rugi Rp60 Juta!
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Anggaran Makan Napi Rutan Sukadana Diduga Dikorupsi, Pengawasan Kanwil Ditjenpas Lampung Dinilai Mandul!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Razia Operasi Patuh Krakatau 2026, Satlantas Polres Tanggamus Jaring 134 Pelanggar!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Gegara Tak Terima Anak Dinasehati, Pria Bawa Golok Ancam Warga di Bukit Kemuning Diciduk Polisi!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:25 WIB

225 Sekolah Jadi Sampel! BPK Periksa Pengelolaan Dana BOSP Lampung Selatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Polisi Sita 8.400 Liter Solar Subsidi di Katibung, Tiga Orang Jadi Tersangka!

Berita Terbaru