Gegara Pasokan Gas Dipangkas, Singapura Ancam Putus Kabel Internet Indonesia?

- Editor

Rabu, 28 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Jakarta – Ketegangan diplomatik antara Indonesia dan Singapura mulai meruncing usai pemerintah Indonesia mengumumkan kebijakan pemangkasan pasokan gas ekspor ke negara tetangga tersebut mulai Sabtu (24/10/2026).

Kebijakan ini menyusul pernyataan tegas Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, yang sedang mempertimbangkan untuk tidak lagi memperpanjang kontrak ekspor gas negara, khususnya kepada negara yang dinilai memiliki sentimen negatif terhadap Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Merespons manuver energi tersebut, Calvin Cheng Ern Lee, seorang politikus dan mantan anggota parlemen Singapura, melontarkan isyarat balasan yang memicu kontroversi.

Melalui akun media sosial X pribadinya pada Minggu (25/10/2026), Cheng mengunggah sebuah infografis yang menyoroti ketergantungan krusial infrastruktur digital Indonesia terhadap Singapura.

​Dalam infografis diklaim bahwa 90 persen lalu lintas rute internet internasional Indonesia harus melewati Singapura.

Unggahan itu disertai dengan keterangan singkat yang provokatif, “Potong?” cuit akun @calvinelcheng.

Terang saja, cuitan tersebut langsung memicu spekulasi luas akan adanya ancaman pemutusan kabel internet bawah laut yang menghubungkan Indonesia ke jaringan global.

​Menyadari cuitannya memicu kegaduhan publik, Cheng segera memberikan klarifikasi pada Selasa (27/10/2026). Ia membantah akan merealisasikan ancaman tersebut dengan mengklaim bahwa Singapura merupakan negara yang taat aturan.

“Kami adalah orang-orang yang beradab dan taat hukum. Jelas kami tidak akan melakukan ini (memutus jaringan internet Indonesia),” tegasnya.

​Pemerintah RI Angkat Bicara

​Menyikapi viralnya unggahan politikus Singapura tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Republik Indonesia, Meutya Hafid, langsung angkat bicara.

Berdasarkan unggahan resmi, Menkomdigi mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing emosi.

​Meutya Hafid memberikan serangan balik dengan menekankan fakta bahwa posisi kedua negara sejatinya saling bergantung secara geografis dan infrastruktur.

​”Kita tidak perlu geram. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura sebagian besar jalurnya melalui perairan Indonesia. Jika terpotong atau dipotong, 80% kapasitas konektivitas Singapura juga terancam lumpuh,” ujar Menkomdigi dengan tegas.

​Lebih lanjut, Meutya mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik antarnegara dalam membangun ekosistem digital.

“Kita tidak boleh berpikir kerdil. Infrastruktur digital adalah sektor yang perlu dijaga bersama, tidak hanya untuk kepentingan kedua negara tapi juga untuk konektivitas global,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bandara Arab Saudi Diserang Rudal, 12 Tewas dan 309 Luka, Bandara Lumpuh Total!
Jadi Tentara Bayaran Rusia, WNI Asal Natuna Tewas Dihantam Drone Ukraina!
Sempat Mangkrak 2 Dekade, Proyek Tambang Rp268 T Ini Disulap Trump Jadi Pabrik Baja Terbesar AS!
Viral! Pria Kanada Kembali Prediksi Gempa Dahsyat di RI dalam Waktu Dekat, Ini Respons Tegas BMKG!
Serukan Kemerdekaan Palestina, Media Israel Sindir Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak ‘Free Palestine’
Netanyahu dan Warga Israel Gelar Doa Bersama di Komplek Masjidil Aqsa, Arab Saudi Meradang!
Intelijen Iran Unit 4.000 IRGC Bidik Pelabuhan Tanjung Priok, Tiga WNI Dilaporkan Direkrut
Aniaya Staf, Istri Presiden RI Pertama Ini Dituntut Jaksa Tokyo Denda Rp22,8 Juta! 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:36 WIB

Gegara Pasokan Gas Dipangkas, Singapura Ancam Putus Kabel Internet Indonesia?

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Bandara Arab Saudi Diserang Rudal, 12 Tewas dan 309 Luka, Bandara Lumpuh Total!

Rabu, 30 September 2026 - 09:56 WIB

Jadi Tentara Bayaran Rusia, WNI Asal Natuna Tewas Dihantam Drone Ukraina!

Rabu, 30 September 2026 - 09:07 WIB

Sempat Mangkrak 2 Dekade, Proyek Tambang Rp268 T Ini Disulap Trump Jadi Pabrik Baja Terbesar AS!

Selasa, 22 September 2026 - 11:37 WIB

Viral! Pria Kanada Kembali Prediksi Gempa Dahsyat di RI dalam Waktu Dekat, Ini Respons Tegas BMKG!

Berita Terbaru