Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah pengguna layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Lampung telah menembus angka 1,6 juta pengguna hingga periode Juli atau triwulan II 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 17,38 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) sebagai dampak positif dari masifnya penguatan digitalisasi sistem pembayaran di daerah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Deputi Gubernur BI, Thomas A.M. Djiwandono, memaparkan bahwa tren positif ini tidak hanya terjadi pada sisi pengguna, tetapi juga pada penyedia layanan atau merchant.
Jumlah merchant QRIS di Lampung tercatat mencapai 916 ribu, atau mengalami lonjakan sebesar 29,29 persen secara tahunan.
Adapun total nilai transaksi menggunakan QRIS di wilayah tersebut telah menyentuh angka Rp2,3 triliun.
Thomas menjelaskan, akselerasi digitalisasi pembayaran ini merupakan instrumen penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
”Digitalisasi pembayaran terbukti dapat membantu UMKM meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan pasar, serta mempermudah mereka terhubung dengan ekosistem ekonomi yang lebih besar,” ujar Thomas, sabtu (19/9/2026).
Lebih lanjut, Thomas menegaskan, komitmen BI dalam mendorong perekonomian lokal melalui berbagai inisiatif, salah satunya lewat ajang Lampung Begawi 2026.
Melalui momentum tersebut, BI berharap penguatan digitalisasi dapat membuka lebih banyak peluang usaha baru.
Sekaligus memacu para pelaku UMKM di Lampung untuk terus berinovasi, produktif, dan kreatif di era ekonomi digital. (*)






