Caption : Ist
Hariannarasi.com, Lampung Selatan – Sebanyak 11 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (16/9/2026).
Para korban merupakan bagian dari 80 siswa penerima paket MBG berupa nasi, udang, tahu, dan sayur wortel yang didistribusikan oleh SPPG Dapur 03 Pematang Pasir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gejala keluhan fisik mulai dirasakan para siswa sekitar 1,5 jam setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan pada pukul 09.30 WIB tersebut.
Kepala MI Ma’arif, Khoirudin, mengonfirmasi seluruh siswa terdampak langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sebanyak lima siswa dirujuk ke Puskesmas Rawat Inap Ketapang, sedangkan enam siswa lainnya mendapatkan perawatan di Klinik dr. Ido.
”Ada satu siswa yang harus dirawat inap untuk dipasang infus. Kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi di sekolah kami,” kata Khoirudin, Kamis (17/9/2026).
Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, dr. Sutji Mendrofa, membenarkan penanganan medis terhadap para siswa tersebut.
Mayoritas pasien datang dengan keluhan utama pusing dan muntah-muntah. Empat dari lima siswa yang ditangani di puskemas kini telah diperbolehkan pulang usai kondisinya membaik.
Meski demikian, pihak medis belum dapat menyimpulkan, insiden tersebut dipicu oleh keracunan makanan MBG. Untuk memastikan penyebab pasti, tim medis telah mengamankan sejumlah sampel guna pengujian laboratorium.
”Kami belum bisa menyatakan ini keracunan makanan sebelum ada hasil resmi dari laboratorium. Petugas sudah mengambil sampel makanan, muntahan pasien, hingga sampel air dari SPPG Dapur 03 Pematang Pasir untuk diperiksa,” tegas dr. Sutji. (*)






